Bakso Bang Udin di Menteng Dalam Ludes Terjual Dua Jam
Olahan bola daging dengan kuah kaldu gurih menjadi sajian favorit banyak orang. Di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, usaha kuliner gerobakan bernama Bakso Bang Udin menarik perhatian banyak pecinta kuliner hingga memicu antrean panjang sebelum jam buka.
Seperti dilansir dari Detik Food, kepopuleran tempat makan ini berawal dari promosi seorang karyawan swasta saat gerobaknya masih beroperasi di area Menara Bidakara. Kerumunan pembeli yang memadati area perkantoran tersebut membuat pihak pengelola meminta pemiliknya berpindah lokasi.
Saat ini, gerobak motor tersebut menjajakan dagangannya di Jalan Mandala 1, tepatnya di sekitar area Mandala House. Sajian kuliner ini bahkan pernah disambangi oleh deretan pembuat konten kuliner ternama hingga program tayangan televisi.
Pengunjung kerap memadati lokasi hingga dua jam sebelum penjual tiba. Proses pelayanan baru dimulai pukul 11.30 WIB setelah pemilik menyiapkan seluruh bahan serta kondimen pelengkap di atas motornya.
Pilihan varian yang ditawarkan meliputi bakso mercon, bakso saikoro, bakso keju, dan bakso urat. Seluruh varian tersebut dipatok dengan harga sama, yaitu Rp 20.000 untuk setiap porsinya.
Satu porsi sajian dilengkapi dengan mi kuning, bihun, sawi, tauge, kwetiau, serta pilihan antara tahu bakso atau dumpling. Pemilik usaha, Bang Udin, menjelaskan bahwa racikan kulinernya mengusung gaya khas Magelang yang merupakan daerah asalnya.
Karakter Rasa Kuah dan Isian Daging
Karakter kuah yang disajikan cenderung bening namun menyimpan rasa gurih kaldu yang pekat. Varian keju menghadirkan paduan gurih asin dari keju leleh, sementara varian saikoro dan tetelan menonjolkan cita rasa daging yang kuat.
Bagi penggemar kuliner pedas, varian mercon hadir dalam ukuran lebih besar yang memuat isi cabai serta anak bakso kecil. Di sisi lain, varian urat menyajikan tekstur renyah saat digigit dengan takaran rasa daging yang pas.
Kapasitas tempat duduk untuk makan di tempat terhitung sangat terbatas karena hanya tersedia satu meja. Meski demikian, pembeli dapat menumpang duduk di meja fasilitas warung minuman yang berada di sebelahnya.
Setiap harinya, tempat ini hanya menyediakan stok adonan daging dalam jumlah terbatas. Daging yang dibawa selalu habis diserbu pembeli dalam durasi dua jam operasional.
"Buka di jam 11.30 dan di jam 13.30 sudah habis. Jadi cuma bawa 20 kg, soalnya gak kuat kalau banyak-banyak," kata Bang Udin (28/7).