John Herdman Siapkan Regenerasi Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2027
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai menyusun program regenerasi jangka panjang dengan mengoptimalkan pemain muda berbakat untuk mempersiapkan skuad Garuda menghadapi ajang Piala AFF 2026 dan turnamen Piala Asia 2027.
Langkah strategis ini diambil setelah PSSI memutus kontrak pelatih kepala Patrick Kluivert menyusul kegagalan skuad Garuda yang hanya mampu melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Mantan pelatih timnas Kanada tersebut ditunjuk oleh PSSI sejak 3 Januari untuk mengomandani transisi tim nasional dengan fokus utama mempersiapkan tim menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Berdasarkan data yang dihimpun dari ANTARA, komposisi skuad Garuda saat ini didominasi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda dengan rata-rata usia tim mencapai 25,7 tahun.
Herdman mengungkapkan fokusnya terhadap pengembangan talenta muda Indonesia dan menegaskan tidak memprioritaskan pemanggilan untuk pemain yang sudah senior dalam programnya saat ini.
"Saya tidak memantau pemain berusia 28 hingga 36 tahun meski mereka menawarkan sesuatu yang menarik. Saya begitu tertarik dengan talenta muda ini. Seperti yang anda bilang tadi, Doni Tri adalah salah satu contoh yang menarik perhatian dalam pemusatan latihan terakhir," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Komitmen jangka panjang terhadap pemain muda potensial juga ditunjukkan Herdman dengan memantau langsung pesepak bola yang tampil di kompetisi kasta tertinggi liga domestik bersama klubnya masing-masing.
"Kami ingin mengakselerasi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang seperti (Alfahrezzi) Buffon, pemain berusia 19 tahun yang mendapatkan banyak menit bermain bersama Borneo FC yang berkompetisi di kasta tertinggi liga. Pemain seperti itu membutuhkan banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di standar tinggi. Dan sebagai pelatih, saya punya komitmen terhadapnya," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Selain mengembangkan talenta dalam negeri, Herdman berencana mengirimkan sebanyak mungkin pesepak bola muda tanah air ke liga-liga top dunia seperti pengalamannya memoles Alphonso Davies di Kanada.
"Saya mempunyai pengalaman dengan Alphonso Davies di Kanada. Kamu lihat ada anak 16 tahun berasal dari Kanada dan pindah ke Bayern Muenchen. Bukan hanya pindah, tapi memainkan setiap pertandingan dan meraih quadruple termasuk Liga Champions di usia 18 tahun. Kemudian seperti yang terjadi, setiap anak di Kanada ingin menjadi Alphonso Davius," ungkap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Herdman meyakini bahwa perpaduan kemampuan dari pemain liga domestik dan kualitas taktis dari para pemain diaspora di Eropa akan menjadi modal kuat untuk menembus turnamen akbar antarnegara.
"Saya ingin mengkombinasikan pemain-pemain yang bersedia mati untuk negara ini, yang saya pikir kombinasi antara pemain domestik bersama pemain dengan kecerdikan taktis dari pemain diaspora yang bermain di Serie A atau Bundesliga," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Di samping itu, penataan program kepelatihan dijalankan secara terstruktur guna mengukur kedalaman skuad sebelum menentukan komposisi utama yang akan diturunkan dalam kejuaraan resmi.
"Ya, persiapan adalah rekayasa balik. Pertama, saya harus memahami siapa saja kumpulan pemain yang akan ada," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Ajang turnamen regional Asia Tenggara dimanfaatkan Herdman sebagai wadah yang ideal untuk menyaring sekaligus memberikan kesempatan bertanding bagi para pemain muda potensial di bawah asuhannya.
"Jadi, sekarang saya punya kesempatan melalui Piala AFF untuk menilai pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberi kesempatan kepada pemain muda di turnamen itu," jelas John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Meskipun demikian, target kemenangan dalam turnamen tersebut tetap harus diselaraskan dengan proses pembinaan jangka panjang yang tepat demi masa depan sepak bola Indonesia.
"Jadi, saya tahu orang Indonesia ingin memenangkan Piala AFF, tetapi kemenangan harus dilakukan dengan cara yang benar."
"Kami perlu memberi kesempatan kepada pemain muda potensial yang menurut saya bisa membantu kami untuk Piala Dunia dan menjadi bagian dari grup itu, tetapi juga membantu kami untuk Piala Dunia 2030," ucap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Agenda uji coba internasional juga dimaksimalkan untuk mengevaluasi kekuatan tim serta mencari formula terbaik guna menghadapi karakteristik permainan dari tim-tim asal kawasan Timur Tengah.
"Jadi, satu bagian adalah Piala AFF, menilai kumpulan pemain domestik untuk memahami pemain mana yang bisa membantu kami untuk Piala Asia 2027," ungkap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Pertandingan persahabatan melawan Oman pada agenda resmi FIFA mendatang diproyeksikan sebagai tolak ukur penting dalam meningkatkan kualitas permainan kolektif skuad Garuda.
"Kemudian, di sisi lain, ada jendela Juni 2026, yang memberi kami kesempatan menghadapi Oman, yang merupakan negara Timur Tengah yang harus kami pelajari cara mengalahkannya. Itu satu hal."
"Kami perlu belajar bagaimana mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi mereka," tutur John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Dalam laporan media Kompas.tv, Herdman yang dibantu asisten pelatih Cesar Meylan juga memantau intensif pemain diaspora di luar negeri, termasuk memantau Laurin Ulrich di Jerman yang memiliki kualitas potensial.
Berdasarkan hasil undian resmi, Timnas Indonesia berada di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, dengan laga perdana melawan Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2027.