Franco Baresi Mengubah Taktik Bertahan di Sepak Bola Italia

Share

Franco Baresi menjadi tokoh penting dalam sejarah sepak bola dengan memimpin perubahan dari marcatura a uomo ke marcatura a zona, terutama saat bermain untuk Milan dan di bawah pelatih Arrigo Sacchi pada 1987.

Karier Baresi mencakup transformasi dari pemain muda berbakat yang masuk tim utama pada usia 18 tahun hingga menjadi kapten dan andalan tim sampai usia 37 tahun, mencerminkan evolusi gaya bermain dan peran pemain bertahan.

Baresi dikenal dengan dua sisi kepribadian: pemalu di luar lapangan dan penuh determinasi di dalam lapangan. Konflik dan kontras ini juga terlihat dalam hubungan profesionalnya dengan kakaknya, Giuseppe, yang memiliki gaya bermain dan taktik berbeda.

Ketika Arrigo Sacchi datang ke Milan pada musim panas 1987, ia membawa konsep bertahan dengan zona yang sangat agresif, termasuk garis offside tinggi dan pressing ketat. Pendekatan ini menuntut Baresi untuk bermain tanpa perlindungan tradisional sebagai libero, sebuah tantangan besar yang ia hadapi dengan kepemimpinan kuat.

Baresi sempat ragu dengan metode Sacchi dan bahkan sempat dikabarkan akan pindah ke rival Inter, tetapi dukungan pemilik klub Silvio Berlusconi mempertahankan Baresi di Milan dan membentuk era kejayaan klub tersebut.

Baresi menjadi simbol bertahan ala Italia modern, menggabungkan kekuatan fisik, kecepatan, kemampuan tekel, serta kecerdasan membaca permainan. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang mampu mengatur garis pertahanan dan memulai serangan.

Keberhasilan Baresi dan Sacchi dalam merevolusi sepak bola Italia membuat Milan meraih banyak gelar, dengan Baresi sendiri mencapai posisi kedua dalam Pemilihan Pemain Terbaik Dunia (Pallone d’Oro) tahun 1989.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author