Anthony Fauci Memilih Bungkam Soal Kebocoran Lab COVID-19 di Senat AS

Share

Mantan pejabat kesehatan senior Amerika Serikat Anthony Fauci kembali menyita perhatian publik setelah menolak menjawab rentetan pertanyaan dalam sidang Senat AS. Langkah bungkam tersebut memicu kembali kontroversi terkait teori kebocoran laboratorium sebagai asal-usul COVID-19. Sikap menolak menjawab pertanyaan merupakan langkah yang kerap diambil oleh figur publik di politik Amerika Serikat, dilansir dari Detik Health.

Keputusan tersebut bertujuan menghindari pemberian keterangan yang berpotensi menjerat mereka secara hukum. Eks Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) itu memilih menggunakan hak Amandemen Kelima Konstitusi AS dalam persidangan. Penggunaan hak tersebut didasari kekhawatiran bahwa kesaksiannya dapat dimanfaatkan oleh Partai Republik untuk menjeratnya atas tuduhan sumpah palsu.

"Meskipun hal ini menyakitkan bagi saya karena rasa hormat saya kepada cabang legislatif pemerintah… atas saran pengacara saya, saya akan menggunakan hak saya berdasarkan Amandemen Kelima konstitusi untuk menahan diri dari menjawab pertanyaan Anda," kata Fauci.

Sorotan terhadap persidangan Fauci makin menguat setelah akun resmi Gedung Putih mengunggah tautan situs bertajuk 'Lab Leak The True Origins of COVID-19' di platform X. Warganet lantas mengaitkan unggahan tersebut dengan proses pemeriksaan Fauci di Senat. Pangkal kontroversi ini bersumber dari rekam jejak NIAID di bawah kepemimpinan Fauci saat pandemi melanda. Lembaga tersebut diketahui pernah menyalurkan hibah penelitian kepada EcoHealth Alliance.

EcoHealth Alliance sendiri menjalin kerja sama dengan Wuhan Institute of Virology (WIV) dalam riset virus corona pada kelelawar. Keterkaitan dana tersebut memicu tuduhan bahwa anggaran pemerintah AS secara tidak langsung menyokong penelitian di Wuhan yang diduga berkaitan dengan munculnya SARS-CoV-2.

Klaim Gedung Putih Soal Asal-usul COVID-19

Hingga kini asal-usul COVID-19 masih menjadi pertanyaan besar dalam dunia sains, sebagaimana dirilis pada situs resmi Gedung Putih. Pihak Gedung Putih memaparkan sejumlah klaim penting terkait asal-usul virus tersebut. Klaim pertama menyebutkan bahwa virus memiliki karakteristik biologis yang tidak ditemukan di alam bebas.

Selain itu, seluruh kasus COVID-19 terindikasi berasal dari satu peristiwa penularan tunggal ke manusia, berbeda dari pandemi terd السابقه yang melibatkan beberapa kali penularan silang. Fakta lain menunjukkan Kota Wuhan menjadi markas laboratorium penelitian SARS terkemuka di China dengan riwayat melakukan penelitian peningkatan fungsi pada tingkat keamanan hayati yang kurang memadai. Para peneliti WIV juga dilaporkan jatuh sakit dengan gejala mirip COVID-19 pada musim gugur 2019, beberapa bulan sebelum virus terdeteksi di pasar basah.

Pihak Gedung Putih menyimpulkan bahwa bukti asal-usul alami seharusnya sudah ditemukan jika memang ada. Namun, hingga saat ini bukti alami tersebut tidak pernah muncul ke permukaan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author