Telkomsel dan China Telecom Kolaborasi Garap Solusi Digital 5G hingga AI

Share

Telkomsel menjalin kerja sama strategis dengan China Telecom Global Limited (CTG) untuk memperkuat ekosistem digital sektor enterprise dan industri vertikal di Tanah Air.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada 25 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Kamis (30/7/2026).

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berfokus menjajaki pengembangan teknologi terintegrasi. Lingkup kolaborasi mencakup pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), layanan Information and Communication Technology (ICT), serta jaringan 5G.

Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan konektivitas industri nasional yang terus berkembang. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kebutuhan operasional bisnis di Indonesia kini bergerak ke jaringan berkinerja tinggi.

Konektivitas seperti 5G sangat dibutuhkan untuk area terpencil, kawasan industri, pelabuhan, hingga lokasi pertambangan. Teknologi ini mendukung pemantauan real-time, otomasi, serta integrasi dengan platform AI, IoT, dan edge computing.

Skema operasional teknologi IoT berfungsi mengumpulkan data lapangan melalui sensor. Sementara itu, AI bertugas mengolah data tersebut menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti untuk efisiensi operasional dan keselamatan kerja.

Dalam kerja sama ini, CTG membawa kapabilitas teknologi AI, IoT, dan ICT. Kapabilitas tersebut dipadukan dengan jaringan, saluran penjualan, dan pemahaman pasar milik Telkomsel.

Kedua entitas juga mengeksplorasi pengembangan solusi berbasis kartu SIM untuk AI dan IoT. Penguatan jaringan konektivitas 5G dan LTE bagi berbagai sektor industri turut masuk dalam rencana eksploitasi bisnis.

"Bagi Telkomsel, transformasi digital adalah tentang menghadirkan teknologi dan menciptakan dampak yang bermakna bagi dunia usaha dan berbagai sektor industri di Indonesia. MoU dengan CTG ini menjadi langkah penting bagi Telkomsel dalam mendorong pengembangan solusi berbasis 5G, AI, IoT, dan ICT yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia, sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata yang membuka peluang pertumbuhan baru, serta membantu membentuk fase berikutnya dari transformasi digital dan industri Indonesia," kata VP Enterprise Product Management and Development Telkomsel Kwok Wai Kiat dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Kwok Wai Kiat menambahkan bahwa Telkomsel berkomitmen penuh membantu pelanggan enterprise mengadopsi inovasi yang mampu menjawab kebutuhan strategis maupun operasional.

Sebelumnya, Telkomsel Enterprise telah mengimplementasikan use case 5G industri. Salah satunya menghadirkan 5G underground smart mining pertama di Asia Tenggara bersama Freeport Indonesia untuk operasi jarak jauh dan keselamatan pekerja.

Selain sektor tambang, Telkomsel mendorong penerapan private 5G untuk smart industrial park di Halmahera, smart manufacturing bersama Toyota Indonesia, serta smart factory bersama Pegaunihan Technology Indonesia.

Implementasi serupa juga dikembangkan untuk smart warehousing dan smart port guna mempercepat alur kerja serta memperkuat keamanan operasional di lapangan.

"Dengan menggabungkan kapabilitas teknologi CTG di bidang AI, IoT, dan layanan ICT dengan pemahaman Telkomsel terhadap kebutuhan pasar, infrastruktur, dan pelanggan di Indonesia, kami berharap eksplorasi bersama ini dapat membuka ruang bagi solusi yang lebih relevan, aman, dan berdampak bagi transformasi digital di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan operasional," tutup VP Carrier Business China Telecom Global Lu Faming.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author