Sutradara Wuchang Fallen Feathers Kembali garap Sekuel Bersama Studio Baru

Share

Pengembangan proyek sekuel game soulslike Wuchang: Fallen Feathers resmi memasuki tahapan awal persiapan. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh penerbit 505 Games yang kembali menjalin kemitraan strategis untuk menggarap kelanjutan waralaba tersebut. Proyek sekuel ini menandai kembalinya Xia Siyuan sebagai sutradara sekaligus produser utama.

Seperti dilansir dari Gamebrott, Xia Siyuan sebelumnya sempat meninggalkan studio pengembang lama tak lama setelah seri perdana rilis, sebelum akhirnya mendirikan studio baru bernama Indolphinity. Langkah kemitraan ini terjadi setelah Digital Bros, yang merupakan induk perusahaan dari 505 Games, mengambil alih hak kepemilikan penuh atas intellectual property (IP) Wuchang: Fallen Feathers. Dalam skema kerja sama terbaru ini, Indolphinity memegang kendali penuh atas seluruh proses teknis pengembangan game.

Sementara itu, pihak 505 Games berfokus pada penyediaan pendanaan proyek serta strategi penerbitan secara global. Xia Siyuan menegaskan komitmen timnya untuk mendengarkan masukan komunitas demi meningkatkan kualitas game mendatang.

"Kami mendengarkan dengan seksama semua masukan dari para fans dan komunitas, dan kami tetap berkomitmen teguh pada aspirasi kreatif serta fondasi budaya awal kami, serta terus berupaya memenuhi ekspektasi semua orang dengan kualitas yang lebih matang dan pengalaman yang lebih lengkap," kata Xia Siyuan.

Capaian Performa dan Penjualan Seri Pertama

Penerbit mencatat total akumulasi pemain Wuchang: Fallen Feathers telah melampaui angka 5 juta orang di seluruh platform. Pada platform Steam, game ini berhasil mencatatkan rekor jumlah pemain bersamaan tertinggi mencapai lebih dari 130 ribu orang.

Dari segi komersial, angka penjualan unit tercatat berada di kisaran satu juta unit hingga April 2026. Angka tersebut didorong oleh ketersediaan game di layanan berlangganan Game Pass sejak hari pertama rilis, serta masuknya game ini ke dalam katalog PlayStation Plus pada Mei lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author