Penyebab Orang Tua di AS Dinilai Kurang Bahagia Berdasarkan Penelitian

Share

Tingkat kebahagiaan orang tua di Amerika Serikat dilaporkan berada di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan kelompok dewasa tanpa anak maupun orang tua di negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya.

Temuan yang dilansir dari HaiBunda ini merujuk pada laporan World Happiness Report 2025. Riset tersebut disusun melalui kerja sama Gallup, PBB, serta Wellbeing Research Center University of Oxford.

Laporan yang melibatkan ekonom serta psikolog terkemuka tersebut mengumpulkan data dari kurun waktu beberapa tahun. Hasilnya menyoroti bahwa kesenjangan kebahagiaan pengasuhan sangat dipengaruhi oleh fasilitas pendukung negara.

Para peneliti menegaskan bahwa rendahnya tingkat kebahagiaan ini bukan lantaran kurangnya rasa kasih sayang kepada anak. Penyebab utamanya berasal dari tingginya beban finansial untuk perawatan, kesehatan, pendidikan, hingga perumahan.

Di banyak negara maju lain, pemerintah menyediakan cuti orang tua berbayar yang memadai dan jaring pengaman sosial yang kuat. Sebaliknya, keluarga di AS menghadapi keharusan kembali bekerja lebih cepat serta keterbatasan bantuan institusional.

Ekspektasi Pengasuhan dan Keseimbangan Kerja

Selain faktor ekonomi, tuntutan pola asuh modern turut menjadi pemicu stres kronis. Era modern mendorong orang tua menjalankan pengasuhan intensif yang menuntut keterlibatan penuh secara emosional, akademis, maupun sosial.

Paparan media sosial kerap memperparah keadaan dengan menampilkan standar keluarga ideal. Fenomena ini memicu timbulnya rasa bersalah, kelelahan fisik, hingga kelelahan mental pada orang tua yang merasa performa mereka tidak pernah cukup.

Perjuangan menyeimbangkan pekerjaan dan urusan rumah tangga tanpa dukungan fasilitas tempat kerja yang fleksibel membuat waktu pemulihan diri makin minim. Kondisi ritme harian yang padat ini berisiko memperbesar tingkat kelelahan kerja berlarut-larut.

Meski tingkat stres harian tergolong tinggi, para peneliti menekankan bahwa aktivitas membesarkan anak tetap memberikan makna, tujuan hidup, serta kepuasan emosional yang mendalam bagi para orang tua.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author