Persik Kediri Bertahan di Super League Meski Manajemen Kurang Puas
Persik Kediri dipastikan bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah menyelesaikan 34 pertandingan musim ini di peringkat ke-12. Keberhasilan lolos dari degradasi untuk tetap berlaga di Super League 2026/2027 tersebut dilansir dari Bola.
Klub berjuluk Macan Putih itu mengumpulkan total 39 poin sepanjang musim. Poin tersebut diraih dari catatan 11 kali kemenangan, enam kali hasil imbang, dan 17 kali menderita kekalahan.
Pemilik Persik Kediri, Arthur Irawan, mengungkapkan rasa syukur sekaligus ketidakpuasannya atas performa tim secara keseluruhan. Hambatan berupa badai cedera, sanksi akumulasi kartu, hingga relokasi pertandingan kandang menjadi pemicu kurang maksimalnya poin yang diraih.
"Saya bersyukur Persik masih bertahan di Super League. Tak mudah kami menjalani musim ini. Karena kami punya banyak masalah," kata Arthur Irawan, Owner Persik Kediri.
Arthur menjelaskan bahwa manajemen terpaksa memindahkan empat pertandingan kandang ke Gresik, yang dinilai merugikan momentum tim dalam meraih poin penuh.
"Selain pemain absen karena cedera dan hukuman kartu, kami empat kali harus menjalani laga kandang di Gresik. Padahal partai kandang jadi peluang Persik dapat poin," sambung Arthur Irawan.
Evaluasi menyeluruh juga menyasar kepada performa jajaran kepelatihan yang dipimpin oleh arsitek asal Spanyol, Marcos Reina. Mantan kapten tim Persik tersebut mengapresiasi tinggi gaya permainan yang diterapkan oleh staf kepelatihan saat ini.
"Secara permainan, saya suka style yang diterapkan Marcos Reina. Saya nilai kerja Marcos Reina dan tim pelatih sudah bagus. Ini membuat saya cukup yakin Marcos Reina kapabel sebagai pelatih kepala," jelas Arthur Irawan.
Meski memberikan pujian kepada Marcos Reina, keputusan masa depan tim kepelatihan maupun struktur skuad musim depan tidak akan diputuskan secara langsung oleh sang pemilik klub.
"Kami akan punya Direktur Olahraga baru. Nanti dia yang akan mengevaluasi dan memberi masukan kepada manajemen terkait tim pelatih dan siapa pemain musim depan. Jujur, saya tak ikut campur soal teknis. Saya akan fokus pada sisi komersial atau bisnis klub," jawab Arthur Irawan.
Sikap lepas tangan dari urusan teknis ini juga berlaku pada kepastian status sejumlah pemain pinjaman. Tercatat ada Henhen Herdiana, Rezaldi, Hamra Hehanusa, M. Firly, Gavin Kwan Adsit, serta dua pemain asing Chechu Meneses dan Adrian Luna yang masa depannya belum diputuskan.
"Saya tak bakal terlalu ikut campur untuk pemilihan pemain maupun tim pelatih. Karena saya udah kasih kepercayaan kepada pengurus yang berkompeten dengan hal itu. Yang jelas, kita jauh dari sempurna dan punya banyak PR untuk musim depan," ujar Arthur Irawan.