Psikolog Sebut Kecerdasan Anak Tidak Hanya Diukur dari Nilai Akademik
Pengembangan potensi anak memerlukan identifikasi kecerdasan secara menyeluruh sejak dini dan tidak berpatokan pada pencapaian akademik semata. Penegasan tersebut disampaikan psikolog Prof Dr Rose Mini Agoes Salim dalam acara Future Talks di Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), dilansir dari Detik Health.
Pengenalan bakat lebih awal dinilai membuat orang tua lebih fokus mengarahkan masa depan anak. Berbagai variasi kecerdasan lain seperti musikal, kinestetik, intrapersonal, hingga interpersonal turut menentukan keberhasilan anak di masyarakat jika terstimulasi dengan baik.
"Tapi ini juga ada kecerdasan yang lain yaitu salah satunya lagi adalah intrapersonal, untuk anak tahu apa yang dia miliki, percaya diri. Ada lagi interpersonal yang bisa berhubungan dengan orang lain," ujar Prof Rose Mini Agoes Salim.
Seseorang yang memahami potensi anaknya dinilai mampu memberikan dorongan yang tepat agar bakat tersebut berkembang optimal.
"Kecerdasan banyak, sehingga orang yang berhasil di masyarakat kalau mengetahui anaknya terstimulasi potensinya apa yang kemudian bisa kemudian berkembang dengan baik," kata Prof Rose Mini Agoes Salim.
Pentingnya stimulasi sejak dini juga terlihat pada pengalaman Michael dari Kidos Band yang memiliki kecerdasan musikal dan kinestetik menonjol. Sang ibu, Anne, mengenalkan musik sejak anaknya berusia dua tahun serta memfasilitasi les alat musik dan Bahasa Mandarin mulai usia empat tahun berdasarkan hasil tes kecerdasan majemuk.
"Jadi memang ada indikasinya, memang musical intelligence-nya dia bagus dan juga kinestetik. Nah, makanya waktu kecil dia sangat suka futsal, dua hal ini menonjol. Matematik nggak (menonjol) tuh dia," ujar Anne.
Michael sendiri mengaku menikmati seluruh aktivitas les yang dijalaninya tanpa merasa terbeban.
"Nggak (pusing). Sudah biasa. Malah enjoy," ujar Michael.
Dukungan nutrisi dan lingkungan yang tepat pada masa emas perkembangan otak menjadi faktor krusial dalam pemaksimalan potensi anak. Brand Manager Kalbe Nutritionals Betzylia Wahyuningsih menyatakan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan bakatnya.
"Kita juga percaya bahwa dari Morinaga sendiri, istilahnya kalau kita ngomongin Morinaga sudah 100 tahun gitu ya kita ada di international, istilahnya kita punya namanya Morinaga Research Center Jepang," ujar Betzylia Wahyuningsih.
Lembaga tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemenuhan gizi, stimulasi terarah, serta pendampingan penuh dari pihak orang tua.
"Nah, di Indonesia sendiri kita sudah lebih dari 40 tahun. Jadi kita juga nggak berhenti belajar untuk tahu kebutuhan ibu apa gitu. Nah, salah satunya kita juga percaya bahwa selama kita di Indonesia, anak tuh nggak cuma butuh nutrisi yang terbaik saja, tapi mereka juga butuh adanya stimulasi dan tentunya yang paling penting adalah dukungan orang tua," kata Betzylia Wahyuningsih.