Persija Jakarta Hadapi Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026
Persija Jakarta berlaga melawan Persebaya Surabaya dalam laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 pada Minggu, 26 Juli 2026. Laga pramusim ini dimanfaatkan kedua tim untuk mematangkan skuad serta menjajal para pemain muda.
Penggawa Persija Jakarta, Witan Sulaeman, menegaskan kesiapan timnya meski masa persiapan terbilang singkat sejak dimulai pada 14 Juli 2026 dan skuad belum sepenuhnya berkumpul lengkap di Bojongsari.
"Saya mewakili para pemain. Kami adalah pemain profesional, jadi kami harus selalu siap dalam kondisi apa pun. Kami harus selalu siap menghadapi situasi tersebut," kata Witan, pemain Persija Sulaeman.
Guna menjaga konsistensi performa tim, jajaran pelatih memberikan arahan khusus agar para pemain dapat tampil maksimal selama mengarungi turnamen pramusim ini.
"Coach Shin pun selalu bilang kepada kami bahwa kalau kami sudah mengikuti turnamen ini, kami harus bekerja keras. Kami harus melakukan yang terbaik agar bisa meraih prestasi," tutur Witan, pemain Persija Sulaeman.
Di sisi lain, Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik para pemain agar terhindar dari cedera di laga pramusim ini.
"Pertama-tama, tujuan utama para pemain adalah jangan sampai cedera. Kami harus sangat berhati-hati agar terhindar dari cedera. Karena kami ikut serta dalam turnamen ini, tentu tujuannya adalah mendapatkan hasil yang baik," ujar Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta.
Sementara itu, Persebaya Surabaya yang kini ditangani pelatih Bernardo Tavares membawa 14 pemain baru, termasuk tujuh legiun asing seperti Alex Martins, untuk merombak kekuatan tim menghadapi musim 2026/2027.
Tavares menegaskan strategi memberikan jam terbang kepada pemain muda merupakan langkah penting dalam mengukur kedalaman serta karakteristik seluruh anggota skuadnya.
"Saya dapat memasukkan pemain berusia 16, 17 tahun jika dia menunjukkan performa yang baik saat latihan. Atau juga menurunkan pemain berusia 35, 36 tahun," kata Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.
Rotasi pemain tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai potensi komposisi terbaik tim Bajul Ijo sebelum kompetisi resmi bergulir.
"Itu untuk melihat karakteristik dari para pemain yang kami miliki," tambah Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.
Secara rekor pertemuan sejak 2012, Persebaya Surabaya mengantongi enam kemenangan dari 18 laga, sedangkan Persija Jakarta meraih empat kemenangan dan delapan pertandingan sisanya berakhir imbang.