SMAN 12 Ambon Sabet Juara LCC Empat Pilar MPR RI Maluku 2026

Share

Grup A dari SMAN 12 Ambon sukses meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026). Kemenangan ini memastikan langkah sekolah tersebut untuk mewakili Provinsi Maluku pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

SMAN 12 Ambon memimpin perolehan nilai pada babak final dengan total 150 poin. Posisi Juara II diraih oleh Grup C dari SMAN 3 Kepulauan Aru yang mengumpulkan 55 poin dengan bobot nilai 19, sedangkan Juara III diduduki Grup B dari MAN Ambon yang memperoleh 55 poin dengan bobot nilai 15. Penilaian babak final ini dipimpin oleh Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI Wachid Nugroho, bersama dua juri daerah dari Universitas Pattimura, yaitu Andreas M.

D. Ratuanak dan Julista Mustamu.

Atas pencapaian seluruh peserta, Wachid Nugroho mengapresiasi pemahaman serta pengimplementasian nilai-nilai kebangsaan yang ditunjukkan para siswa selama kompetisi berlangsung.

"Alhamdulillah, kita sudah sampai pada titik ini. Ini adalah sebuah perlombaan yang luar biasa. Adik-adik, baik yang masuk final maupun yang sejak pagi mengikuti perlombaan, sudah benar-benar mampu mengimplementasikan Empat Pilar MPR RI dengan sangat baik," kata Wachid Nugroho, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas peran para guru dan pihak sekolah yang mendampingi para siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

"Terima kasih dari MPR. Adik-adik sudah belajar luar biasa. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu Guru Pembimbing yang sudah membimbing adik-adik sebagai generasi kita ke depan," ujar Wachid Nugroho.

Wachid berharap wakil Provinsi Maluku dapat melanjutkan tren positif ini hingga mengukir prestasi di tingkat nasional.

Sementara itu, Guru Pendamping SMAN 12 Ambon Max Henry Lesiholo mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan secara intensif melalui kegiatan ekstrakurikuler rutin selama lima bulan dari pagi hingga sore hari.

"Kami menjadikan kegiatan ini sebagai ekstrakurikuler sehingga latihan dapat dilakukan secara rutin. Selama kurang lebih lima bulan, anak-anak berlatih setiap hari, mulai pagi hingga sore, untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan," kata Max Henry Lesiholo, Guru Pendamping SMAN 12 Ambon.

Max menambahkan, menjaga kondisi kesehatan fisik para siswa di tengah jadwal latihan ketat menjadi tantangan utama yang dihadapi pihak sekolah.

"Tantangan kami selama latihan adalah menjaga kesehatan anak-anak karena intensitas latihan cukup tinggi. Namun, kami terus berusaha agar mereka dapat tampil maksimal pada setiap perlombaan," ujar Max Henry Lesiholo.

Ia menegaskan bahwa timnya akan terus mengasah kemampuan demi mempersiapkan diri menghadapi babak selanjutnya.

"Ini bukan akhir dari perjalanan kami. Kami akan terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan berharap dapat memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional," jelas Max Henry Lesiholo.

Dari sudut pandang siswa, anggota tim SMAN 12 Ambon Juan Letelay menceritakan pengalaman latihan ketat dari pagi hingga malam demi mencapai target juara.

"Sistem latihan kami sangat ketat dan rinci. Hampir setiap hari kami berlatih dari pagi hingga malam. Prosesnya memang berat, tetapi semua itu menjadi bagian dari perjalanan untuk meraih prestasi," kata Juan Letelay, perwakilan siswa SMAN 12 Ambon.

Juan tidak memungkiri bahwa mental bertanding menjadi tantangan terbesar saat harus berhadapan dengan sekolah-sekolah unggulan lain di Provinsi Maluku.

"Tantangan terbesar kami adalah mental. Awalnya kami merasa lawan-lawan yang dihadapi lebih unggul. Namun, melalui latihan yang panjang dan kerja keras, serta penyertaan Tuhan, kami akhirnya bisa meraih juara pertama," ujar Juan Letelay.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk membuktikan kapasitas pelajar Maluku di kancah nasional.

"Harapan kami adalah memberikan hasil terbaik di tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Maluku. Kami ingin membuktikan bahwa siswa-siswa Maluku mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional," tutup Juan Letelay.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author