Garda Revolusi Iran Hentikan Empat Kapal di Selat Hormuz
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menghentikan empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal dalam 24 jam terakhir, setelah melepaskan tembakan peringatan, dilansir dari Detikcom. Keempat kapal tersebut berniat melewati wilayah selatan Selat Hormuz melalui rute yang tidak aman dan melanggar peraturan, sehingga akhirnya mengubah haluan setelah dihentikan oleh Angkatan Laut IRGC. Dalam beberapa minggu terakhir, Iran menyerang kapal tanker yang menggunakan rute di dekat pantai Oman untuk memaksa kapal-kapal tersebut menggunakan jalur perairan Iran dan membayar biaya untuk jalur aman.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tidak menunjukkan tanda mereda setelah 13 malam berturut-turut terjadi serangan, dengan pertempuran yang kembali berkobar dan diplomasi yang tidak menentu.
Kedutaan Besar AS di Timur Tengah memperingatkan warga Amerika bahwa pilihan untuk meninggalkan wilayah tersebut mungkin semakin terbatas. Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyerukan warga negara tetangga agar menjauhi pangkalan militer yang ditempati pasukan AS. Pada Jumat (24/7), Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan para pembantu keamanan nasional untuk membahas situasi di Iran dan kemungkinan peningkatan serangan militer, meskipun belum ada keputusan yang diumumkan.
"Negosiasi dengan Iran sejauh ini adalah yang paling serius yang pernah kita lihat," kata Trump dalam acara di Ruang Oval Gedung Putih. Trump menambahkan, "Saya tidak terburu-buru mengakhiri perang."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan, "Iran tidak akan tunduk pada intimidasi AS dan tidak akan menyerah pada tekanan."