BMKG Prakirakan Cuaca Jateng Didominasi Cerah Berawan Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di mayoritas wilayah Jawa Tengah didominasi cerah hingga berawan pada Jumat, 24 Juli 2026. Meskipun demikian, potensi hujan berintensitas sangat ringan serta risiko bencana pesisir tetap diimbau untuk diwaspadai.
Suhu udara di Jawa Tengah diproyeksikan berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 40 hingga 95 persen. Wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak menjadi daerah yang diperkirakan mencatatkan suhu tertinggi hingga mencapai 35 derajat Celsius.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono menjelaskan kondisi cuaca wilayah setempat pada pagi hari diprediksi cerah hingga cerah berawan. Perubahan kondisi atmosfer kemudian berpotensi terjadi menjelang sore hari di sejumlah tempat.
"Pagi cerah hingga cerah berawan," kata Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang Agus Triyono.
Pihak meteorologi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan seiring meningkatnya suhu udara di beberapa lokasi.
"Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan," ucap Agus Triyono.
Kondisi cuaca cerah berawan terpantau menyelimuti daerah Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Semarang, Pekalongan, dan Tegal. Sementara wilayah lain seperti Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Solo, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa diperkirakan berawan.
Di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, potensi hujan dengan intensitas sangat ringan masih berpeluang muncul akibat faktor lokal. Peningkatan kelembapan udara di lapisan atas atmosfer memicu pembentukan awan hujan secara tidak merata.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan bahwa rekaman data curah hujan tiga hari terakhir mencatat 0,2 milimeter di Cilacap, sedangkan di Banyumas hujan tidak terukur.
"Hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah pada musim kemarau tersebut lebih dipengaruhi faktor lokal, terutama adanya peningkatan kelembapan udara di lapisan atas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.
Masyarakat diminta untuk terus memperhatikan perkembangan dinamika atmosfer yang dapat berubah sewaktu-waktu selama masa kemarau berlangsung.
"Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis, terutama pada masa kemarau yang masih memungkinkan munculnya hujan akibat faktor lokal," kata Teguh Wardoyo.
Prakiraan cuaca terkini ini diharapkan membantu perencana mobilitas harian bagi para nelayan, petani, serta penyedia jasa transportasi udara maupun darat.
Selain potensi cuaca di daratan, BMKG Stasiun Maritim Semarang mengonfirmasi adanya gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan dan perairan utara. Fenomena air laut pasang atau rob dengan ketinggian maksimum 0,9 meter juga berpotensi menaikkan genangan banjir di wilayah pesisir Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.