Arsenal Jajaki Pembelian Julian Alvarez dari Atletico Madrid
Arsenal mendapatkan persetujuan dari Atletico Madrid untuk memproses opsi perekrutan penyerang Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Spanyol tersebut menolak menjual pemain asal Argentina itu ke rival domestik mereka, Barcelona dan Real Madrid.
Direktur Olahraga Andrea Berta telah menggelar pembicaraan langsung terkait Alvarez yang terbuka untuk kembali berlaga di Liga Inggris. Atletico Madrid mematok nilai transfer sekitar 150 juta euro atau lebih dari 200 juta euro untuk striker berumur 26 tahun tersebut.
Langkah Arsenal memboyong Alvarez beriringan dengan rencana pelepasan Gabriel Jesus demi menyediakan dana segar dan ruang di lini depan. Mantan pemain Arsenal, Jeremie Aliadiere, mengungkapkan rumor kepergian penyerang asal Brasil tersebut.
"Saya merasa Jesus sekarang, ini bukan rahasia lagi, saya pikir klub ingin mendapatkan uang darinya," kata Jeremie Aliadiere, mantan penyerang Arsenal.
Aliadiere menilai kepergian Jesus akan memberikan ruang bagi kedatangan penyerang baru di Emirates Stadium.
"Dia mungkin ingin pindah dan mendapatkan lebih banyak waktu bermain juga, hal yang bisa dipahami. Dan itu pasti akan menyisakan ruang bagi seorang striker untuk datang," ujar Jeremie Aliadiere, mantan penyerang Arsenal.
Ia menambahkan bahwa kedalaman lini serang tetap membutuhkan tambahan amunisi meski sudah memiliki Viktor Gyokeres dan Kai Havertz.
"Saya tahu Gyokeres memiliki musim yang sukses, tetapi jelas dia akan membutuhkan orang lain yang mungkin bisa bermain di sana. Saya tahu Havertz bisa bermain di sana. Dan Mikel suka memainkan Havertz di sana juga dalam pertandingan-pertandingan besar," tutur Jeremie Aliadiere, mantan penyerang Arsenal.
Aliadiere menyambut positif jika Alvarez bersedia bergabung dengan skuad asuhan Mikel Arteta.
"Tetapi, bagi saya, jika Anda memberi tahu saya Alvarez senang datang ke Arsenal, saya akan menerimanya besok. Saya pikir dia pemain yang luar biasa dan kita melihatnya saat melawan Inggris lagi [di Piala Dunia]. Dia berlari untuk dirinya sendiri dan untuk Messi.
Dia melakukan pressing sendiri. Dan itulah tipe pemain yang saya pikir ingin saya lihat di Arsenal," kata Jeremie Aliadiere, mantan penyerang Arsenal.
Opsi penawaran skema tukar tambah yang melibatkan Viktor Gyokeres sempat mencuat setelah penyerang asal Swedia itu mencetak 14 gol di liga musim lalu. Masa depan Gyokeres disorot lantaran mendapat pesan tegas dari sang manajer mengenai ekspektasi tinggi klub.
"Saya katakan kepadanya sebelum pertemuan pertama, saya berkata, 'Pemain nomor sembilan yang saya inginkan adalah pemain nomor sembilan yang ketika dia tidak mencetak gol selama enam atau delapan pertandingan, dia dapat mengatasinya. Jika tidak, Anda harus pergi ke tempat lain karena ekspektasi akan selalu ada'," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta meminta Gyokeres tetap menjaga konsistensi performa meski sedang mengalami panceklik gol.
"Jadi, jika Anda mengenakan kaos nomor sembilan untuk Arsenal, Anda harus bisa mengatakan, 'OK, enam pertandingan, jika saya tidak mencetak gol, apakah saya pemain yang berbeda? Saya mulai bertindak dengan cara yang berbeda?' Tidak, saya ingin lebih banyak hal yang sama dari apa yang dia lakukan," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Ia meyakini kontribusi Gyokeres di lapangan tetap memberi dampak positif bagi rekan satu timnya.
"Anda melihat sejarah para pemain nomor sembilan. Anda akan mengalami momen-momen seperti ini. Dia membawa begitu banyak hal untuk tim.
Dia menciptakan ruang dan solusi bagi banyak pemain di sekitarnya. Dan dengan bakat yang kami miliki di tim, saya yakin semua orang, termasuk dia, akan mendapat manfaat dari itu," tutur Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Kualitas Gyokeres selama sesi latihan juga mendapatkan pembelaan langsung dari rekan setimnya di lini pertahanan.
"Gyokeres adalah seekor binatang, seekor binatang buas. Berlatih bersamanya membantu para bek berkembang. Ada pemain-pemain hebat di [klub lama] Valencia, tetapi berlatih dengan pemain tingkat tinggi seperti itu adalah lompatan besar ke depan," kata Cristhian Mosquera, bek Arsenal.
Di sisi lain, mantan pemain Arsenal Paul Merson sempat melontarkan kritik terkait kepercayaan antarpemain di lapangan terhadap Gyokeres.
"Saya melihat Gyokeres, Arsenal tidak memercayainya, para pemain. Mereka tidak pernah mengoper kepadanya, Anda perhatikan dia, saat berikutnya dia bergerak mendekat mereka berkata 'tidak'," kata Paul Merson, mantan pemain Arsenal.
Merson menilai para pemain Arsenal lebih sering mengalirkan bola ketika Gabriel Jesus beroperasi di lapangan.
"Jika Anda menontonnya, Anda akan terkejut, lalu ketika [Gabriel] Jesus masuk, mereka terus memberikannya kepadanya sepanjang waktu. Itulah yang saya lihat ketika saya menonton pertandingan," ujar Paul Merson, mantan pemain Arsenal.
Ia mengamati adanya penurunan rasa percaya diri pada striker yang diboyong dari Sporting CP tersebut.
"Dia [Gyokeres] bergerak mendekat dan mereka tidak pernah memberikannya kepadanya. Dia juga membuat beberapa pergerakan yang bagus. Dia sedang rendah [percaya diri] saat ini, tetapi saya pikir mereka tidak memercayainya sama sekali," tutur Paul Merson, mantan pemain Arsenal.
Arsenal memiliki tenggat waktu hingga bursa transfer ditutup pada 1 September untuk menuntaskan perburuan penyerang baru, sebelum membuka laga perdana kompetisi melawan Coventry pada 21 Agustus.