Gempa Magnitudo 3.5 Guncang Laut Sabu Raijua NTT

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 di wilayah laut Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 00.49 WIB.

Pusat getaran gempa berada di laut pada jarak 10 kilometer arah barat laut Sabu Raijua dengan kedalaman dangkal 5 kilometer. Hasil analisis teknis menunjukkan koordinat gempa terletak pada 10,46 Lintang Selatan dan 121,77 Bujur Timur.

Peristiwa seismik di NTT ini menambah daftar aktivitas gempa yang melanda kawasan Indonesia Timur. BMKG mencatat sebanyak 13 kali gempa signifikan dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah sepanjang sepekan terakhir.

Sebelum insiden di Sabu Raijua, gempa magnitudo 3,8 melanda Manokwari, Papua Barat, pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 19.10 WIB. Episentrum gempa dangkal berkedalaman 7 kilometer tersebut berada di laut, sejauh 11 kilometer tenggara Manokwari pada titik 0,94 Lintang Selatan dan 134,13 Bujur Timur.

Getaran di Manokwari dirasakan oleh warga sekitar pada skala II hingga III MMI.

"Pusat gempa berada di laut 11 km Tenggara Manokwari dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat," tulis BMKG melalui website resminya.

Aktivitas tektonik juga tercatat di wilayah Papua Barat lainnya, yakni Kabupaten Kaimana, yang diguncang gempa magnitudo 3,1 pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 18.06 WIB. Pusat gempa darat ini berjarak 54 kilometer tenggara Kaimana pada kedalaman 37 kilometer dengan titik koordinat 3,54 Lintang Selatan dan 134,36 Bujur Timur.

Selain itu, Kabupaten Nabire di Papua Tengah turut mengonfirmasi gempa magnitudo 3,3 pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 00.43 WIB. Gempa berkedalaman 10 hingga 11 kilometer itu berpusat di darat, sekitar 7 kilometer tenggara Nabire dengan skala getaran II MMI.

Pihak BMKG memastikan seluruh rangkaian gempa di Sabu Raijua, Manokwari, Kaimana, hingga Nabire tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Hingga kini, otoritas setempat belum menerima laporan terkait adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Masyarakat mengimbau agar warga tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta tidak memercayai isu yang tidak jelas sumbernya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author