Saham Korea Selatan Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan
Indeks saham acuan Korea Selatan, KOSPI, anjlok lebih dari 3 persen ke kisaran 6.605 pada Senin (20/7/2026) akibat pelemahan saham semikonduktor global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Penurunan ini memperpanjang tren negatif hingga mencapai level terendah sejak akhir April 2026. Pelemahan tersebut menyusul kerugian di Wall Street akibat kekhawatiran atas pengeluaran dan valuasi sektor kecerdasan buatan (AI).
Ketegangan di Timur Tengah turut memperburuk sentimen menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Koreksi tajam melanda sejumlah saham utama seperti Samsung Electronics yang turun 1,6 persen, Hyundai Motor melemah 4,4 persen, KB Financial Group terkoreksi 3,9 persen, dan Kia Corporation merosot 5,1 persen.
Di sisi lain, Samsung Biologics menyepakati akuisisi seluruh saham PolyPeptide Group asal Swiss senilai 1,8 miliar dolar AS. Langkah ini menjadi akuisisi terbesar dalam industri biofarmasi Korea Selatan guna memperluas kapasitas CDMO global.
Bloomberg melaporkan korelasi 60 hari antara Kospi dan Nasdaq 100 kini melonjak menjadi 0,46, mendekati level tertinggi dalam dua tahun. Angka ini hampir tiga kali lipat dari rata-rata lima tahun sebesar 0,16.
Pergerakan Samsung Electronics dan SK Hynix kini menjadi indikator perdagangan 24 jam bagi saham AI global. Sebelumnya pergerakan saham AS menentukan arah Kospi, namun kini hubungan tersebut mulai berbalik.
Skeptisisme terhadap permintaan AI sempat membuat Kospi tumbang hampir 9 persen pada 13 Juli 2026. Penurunan tersebut langsung diikuti oleh anjloknya ADR SK Hynix sebesar 9,3 persen di bursa New York.
Meskipun Kospi telah merosot 25 persen sejak puncaknya pada Juni 2026 dan menghapus nilai pasar 1 triliun dolar AS, posisi Korea Selatan dinilai tetap strategis.
Peran sentral Samsung Electronics dan SK Hynix dalam pasokan chip memori diproyeksikan akan menjaga pasar Korea Selatan tetap menjadi pusat investasi AI global dalam beberapa waktu ke depan.