Hubungan Julian Alvarez dan Atletico Madrid Dilaporkan Retak

Share

Hubungan penyerang tim nasional Argentina Julian Alvarez dengan klubnya, Atletico Madrid, dikabarkan berada di titik nadir dan sulit diperbaiki menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026.

Kondisi memburuk setelah CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, merilis video pernyataan yang menegaskan bahwa klubnya sama sekali tidak berniat menjual sang penyerang ke Barcelona atau tim lain pada musim panas ini.

Pernyataan keras manajemen Los Rojiblancos tersebut dilaporkan membuat sang pemain geram karena dirilis tepat sebelum laga terpenting dalam kariernya.

"My position is clear," kata Gil Marin, CEO Atletico Madrid. "The club’s intention is clear; we have made it know to the player, the fans and Barcelona’s president. I have no doubt that Atlético is the right place in the world for Julián and that Julián is the perfect center forward for Atlético Madrid. We want him to stay with us."

Pihak Atletico Madrid juga memberikan respons langsung terhadap komentar dari kubu Catalan mengenai penawaran transfer.

"I recently heard comments from the [Barcelona] president saying that the offer he had made to Atlético Madrid wasn’t unlimited, and the only possible response is that our answer certainly is. We do not want to sell him, we don’t accept the €100 million offer, nor would we accept one of €150 million or €200 million." ujar Gil Marin, CEO Atletico Madrid.

Gil Marin menambahkan bahwa dirinya telah meminta Presiden Barcelona, Joan Laporta, untuk menghentikan desakan mereka karena keputusan klub sudah bulat.

Di sisi lain, Presiden Barcelona Joan Laporta menegaskan bahwa tawaran yang mereka ajukan merupakan permintaan langsung dari manajer tim dan memiliki batas waktu tertentu.

"I respect everyone’s opinion," kata Laporta, Presiden Barcelona. "I respect Miguel Angel’s opinion, Enrique’s [Atletico president], everyone’s. We are there with an offer, it’s a player our manager wants and that’s why we made the offer to Atlético Madrid."

Laporta menetapkan bahwa tenggat waktu bagi Atletico Madrid untuk merespons tawaran tersebut adalah hingga akhir Juli 2026.

"It’s a very important offer for us, and a very good one. Yes, it’s not unlimited and, well, we will give it a reasonable time once the World Cup is over. I’d say until the end of the month." tutur Laporta, Presiden Barcelona.

Berdasarkan laporan jurnalis ESPN Leo Paradizo, situasi internal antara Alvarez dan manajemen klub kini semakin memanas dan memicu kemarahan besar dari pihak pemain.

"I’ve spoken to people very close to Julián," kata Paradizo, Jurnalis ESPN. "There’s a general anger in a situation that’s irreconcilable at this point, because they believe that [Gil Marín’s comments and timing] were ill-intentioned."

Paradizo menilai masa depan sang penyerang di ibu kota Spanyol menjadi tanda tanya besar akibat konflik internal ini.

"The relationship is worse than before," tambah Paradizo, Jurnalis ESPN. "So it’s a big question mark to know what will happen."

Alvarez dikabarkan merasa dikhianati karena sebelumnya meyakini Atletico Madrid akan memfasilitasi kepindahannya jika ada tawaran besar yang masuk.

Laporan dari media Spanyol MARCA menyebutkan bahwa Alvarez berpeluang melewatkan sesi latihan pramusim sebagai bentuk protes, sementara Arsenal disebut menjadi destinasi alternatif potensial jika Atletico tetap menolak menjualnya ke Barcelona.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author