Prancis Hadapi Inggris Perebutkan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Florida pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Kedua tim gagal melaju ke partai final setelah Prancis kalah 2-0 dari Spanyol pada Selasa, sedangkan Inggris ditundukkan Argentina dengan skor 2-1 di Atlanta pada Rabu.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa para pemain dari kedua belah pihak sebenarnya tidak memiliki keinginan besar untuk melakoni laga perebutan juara ketiga ini.

"None of our players and none of the French players want to play this match," kata Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Tuchel menambahkan bahwa anak asuhnya telah memberikan segalanya untuk bisa menembus babak final, namun ia menegaskan akan tetap menghadapi laga ini dengan profesional meski memiliki waktu pemulihan satu hari lebih sedikit dibanding Prancis.

"They want to play the final. We gave everything to achieve that. Everyone plays to win the World Cup, but that's how it is." ujar Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Tuchel juga menilai ada perspektif lain yang bisa dikejar, di mana kemenangan dalam pertandingan ini akan menjadi hasil Piala Dunia terbaik bagi Inggris dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.

"If we win the game tomorrow, we have the best results of a World Cup in 60 years. It's a perspective to it," ucap Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Ia pun memprediksi tidak ada satu pun personel tim yang bersedia berada di posisi pertandingan besok karena semua ingin tampil di laga puncak di New York.

"Nobody wants to be, tomorrow, in this game," kata Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Di kubu lawan, pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan tetap mengincar kemenangan meski timnya kecewa karena tidak mampu mencapai target awal untuk lolos ke final.

"There's a third-place finish to play for, so we'll do everything we can to get it," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Deschamps menyatakan kekecewaan timnya sangat besar karena tidak berada di tempat yang diharapkan, namun mereka tidak memiliki pilihan lain selain menerima kenyataan.

"We're not where we wanted or expected to be. The disappointment matches our ambitions, but we have to accept it. We have no other choice." ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Dilansir dari ESPN, Deschamps menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan seluruh elemen tim demi mencapai target memenangkan pertandingan perebutan tempat ketiga.

"Whether they play or not, I have the duty as a head coach to do everything I can to reach tomorrow's objective. I hope that we do, and we must display all the efforts to do so," tutur Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Pertandingan ini juga menjadi momen terakhir bagi Deschamps yang akan mundur dari posisinya setelah memimpin Les Bleus selama 14 tahun sejak tahun 2012.

"I do not want to betray any discussions I had with the players. I do not have all the elements but, yes, I will substitute some players," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Mantan kapten yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 ini menyebut masa baktinya sebagai pelatih tim nasional sebagai pengalaman terindah dalam karier profesionalnya.

"I know that it's the last match and I don't want anybody to cry, and I don't think anybody here will cry," ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Ia juga menambahkan ungkapan emosional mengenai arti penting tim nasional Prancis bagi kehidupan profesionalnya selama ini.

"The French national team, with everything that it entails in my professional life, is the most beautiful thing that has ever happened to me." ucap Didier Deschamps, Pelatih Prancis.

Sementara itu, penyerang Inggris Harry Kane menolak memberikan kepastian mengenai masa depannya di tim nasional mengingat usianya yang akan menginjak 33 tahun bulan ini.

"It's too early to talk about that," kata Harry Kane, Penyerang Inggris.

Kane menegaskan dirinya akan menjalani karier dari tahun ke tahun dan menolak memberikan batasan waktu karena bermain untuk tim nasional adalah kebanggaan terbesarnya.

"I'm taking it year by year and the national team is my pride and joy. It's what I love to do more than anything…. I never want to put a limit on these things." ujar Harry Kane, Penyerang Inggris.

Di sisi lain, bek Prancis Ibrahima Konate mengakui bahwa tidak ada pemain Prancis maupun Inggris yang ingin memainkan laga perebutan tempat ketiga ini.

"None of us wanted to play in this game for third place," kata Ibrahima Konate, Bek Prancis.

Konate menambahkan bahwa para pemain tetap harus menghormati jersey Prancis dengan tampil maksimal karena mengenakan seragam tersebut merupakan impian banyak orang.

"We wanted to play the final, but we are still representing France and it is the dream of many people to wear the shirt, the jersey, and sing the Marseillaise therefore we need to respect the jersey we're wearing," ujar Ibrahima Konate, Bek Prancis.

Pemain Liverpool tersebut juga menegaskan motivasi tim untuk memberikan persembahan kemenangan terakhir bagi Didier Deschamps.

"We want to pay back our coach," kata Ibrahima Konate, Bek Prancis.

Konate mengutarakan rasa terima kasih atas kontribusi besar Deschamps bagi tim nasional Prancis dan menegaskan pentingnya memenangkan medali perunggu ini.

"He did so much for the France team. We must be grateful to him for that, and we need to do everything we can to win this game … to get this chocolate medal, this bronze medal" ujar Ibrahima Konate, Bek Prancis.

Laga ini menjadi krusial bagi kapten Prancis Kylian Mbappe yang telah mengemas delapan gol untuk bersaing dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas, sekaligus mengejar rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author