Pengadilan Italia Vonis 32 Terdakwa Kasus Runtuhnya Jembatan Morandi
Pengadilan Genoa di Italia menjatuhkan total 32 hukuman penjara dengan akumulasi hampir dua abad terhadap para terdakwa kasus runtuhnya Jembatan Morandi pada Kamis (16/7/2026). Vonis tingkat pertama ini mengakhiri persidangan panjang selama empat tahun pascainsiden tahun 2018 yang menewaskan 43 orang.
Sebanyak 57 terdakwa berhadapan dengan hukum setelah penyelidikan mendalam menggelar 284 sidang, memeriksa 282 saksi, dan menganalisis empat ahli. Jaksa Walter Cotugno dan Marco Airoldi mendakwa mantan manajer Autostrade per l'Italia (Aspi) beserta anak perusahaannya, Spea, sengaja memotong biaya perawatan demi laba anggota.
Mantan CEO Aspi, John Castellucci atau Giovanni Castellucci, selaku terdakwa utama dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas kelalaian fatal. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta hukuman 18 tahun 6 bulan penjara.
Castellucci tidak hadir saat pembacaan putusan sidang karena sedang menjalani hukuman enam tahun penjara terkait kasus kecelakaan bus di jembatan Acqualonga. Sebelum pembacaan vonis, mantan pimpinan tersebut sempat menyampaikan pembelaannya di pengadilan.
"bertanggung jawab, tetapi tidak bersalah," ujar Giovanni Castellucci, Mantan CEO Aspi.
Pihak pembela menegaskan bahwa putusan tingkat pertama dari Pengadilan Genoa ini belum menjadi akhir dari perjuangan hukum mereka.
"Persidangan belum berakhir di sini." kata Castellucci, sang pengacara.
Kuasa hukum Castellucci, Giovanni Paolo, menyatakan kekecewaannya atas keputusan hakim yang dinilai tidak adil bagi kliennya. Ia memastikan tim hukum akan segera mengambil langkah hukum lanjutan.
"Kami mencari pelakunya tetapi bukan kesalahannya.Castellucci dinyatakan bersalah tanpa terbukti bersalah. Satu-satunya kesalahannya adalah tidak bersalah,” kata Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Tim pembela memastikan proses advokasi bagi mantan manajer tersebut tidak akan dibiarkan berhenti hanya di tahap pengadilan tingkat pertama ini.
"Kami akan terus memperjuangkan ketidakbersalahannya," tambah Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Pihak pengacara sangat optimistis bahwa lembaga peradilan di tingkat yang lebih tinggi akan menganulir dan memperbaiki putusan hakim saat ini.
"dan kami yakin bahwa banding akan memperbaiki terhadap apa yang kami yakini sebagai sebuah kesalahan." pungkas Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Selain Castellucci, hakim menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada mantan petinggi Aspi Michele Donferri Mitelli. Mantan wakil ketua Aspi Paolo Berti dan mantan CEO Spea Antonino Galatà masing-masing menerima vonis 5 tahun 6 bulan, sedangkan mantan direktur pengawasan Kementerian Infrastruktur Mauro Coletta dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi Italia, Edoardo Rixi, memberikan tanggapan resmi pemerintah mengenai ketetapan tanggung jawab pengelolaan keselamatan infrastruktur publik tersebut.
"Putusan hari ini menandai langkah penting dalam pencarian kebenaran dan keadilan atas tragedi Jembatan Morandi. Tidak ada keputusan yang dapat mengembalikan 43 nyawa yang hilang atau meringankan penderitaan keluarga mereka, kepada siapa sekali lagi saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya. Runtuhnya jembatan bukanlah sebuah kecelakaan fatal, melainkan akibat dari kesalahan dan kelalaian serius dari pihak yang memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan. Sudah tepat bahwa tanggung jawab akhirnya telah ditetapkan." kata Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Kendati demikian, pihak kementerian menyayangkan sistem peradilan yang membutuhkan waktu hingga delapan tahun sejak tragedi 14 Agustus 2018 untuk menyelesaikan kasus di tingkat pertama.
"Namun, masih ada satu pertimbangan yang tidak dapat kita abaikan," sambung Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Menurut Rixi, durasi hukum yang memakan waktu bertahun-tahun menjadi masa penantian yang sangat menyiksa bagi emosional para keluarga korban.
"kita berharap proses peradilan dapat berjalan lebih cepat. Delapan tahun untuk mencapai putusan pengadilan tingkat pertama adalah waktu yang sangat lama, terutama bagi mereka yang telah menunggu keadilan sambil hidup sehari-hari dengan rasa sakit yang tak pernah reda. Sekarang saatnya untuk menatap masa depan," jelas Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Pemerintah Italia menegaskan komitmennya untuk terus mengalirkan investasi besar dalam aspek pemeliharaan keselamatan berbagai struktur jalan negara.
"Untuk mengenang para korban, kita memiliki kewajiban untuk terus berinvestasi dalam keamanan infrastruktur kita, agar tragedi seperti pada 14 Agustus 2018 tidak pernah terjadi lagi." tutup Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Di ruang sidang, Wali Kota Genoa Silvia Salis hadir langsung mendampingi dan menyalami para kerabat korban. Perwakilan keluarga korban memberikan tanggapan yang lebih berhati-hati atas hasil akhir vonis hakim ini.
"Kami bukan pengacara dan tidak dapat berkomentar. Hukuman 12 tahun dapat diterima, tetapi kami perlu memahami semua hal lainnya karena ada begitu banyak terdakwa," komentar Egle Possetti, Presiden Komite Peringatan Para Korban Tragedi Jembatan Morandi.