Gedung Putih Tegaskan Donald Trump Tetap Terbuka Lobi Diplomasi Iran

Share

Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap membuka ruang diplomasi dengan Iran di tengah eskalasi konflik bersenjata terbaru antara kedua negara. Jalur komunikasi bilateral diklaim masih terus berjalan aktif meskipun tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang meningkat, seperti dilansir dari Detikcom pada Jumat (17/7/2026).

Sikap resmi Washington ini mengemuka setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan udara guna meredam ancaman Iran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Selat strategis tersebut menjadi titik perebutan kendali jalur pasokan energi global oleh kedua belah pihak.

"Presiden akan meminta pertanggungjawaban mereka ketika mereka mengingkari kata-kata yang mereka sampaikan kepada Amerika Serikat," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (16/7) waktu setempat.

Leavitt menambahkan bahwa keterbukaan terhadap opsi negosiasi tetap menjadi salah satu pilar kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini.

"Tetapi pada saat yang sama, beliau selalu terbuka untuk diplomasi," tegas Leavitt.

Pihak Gedung Putih juga meyakini bahwa Teheran sebenarnya menaruh minat untuk merumuskan kesepakatan baru dengan pihak Washington.

"Mereka telah menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan kepada Presiden. Kami sedang berkomunikasi dengan mereka, namun sekali lagi, Presiden tidak akan membiarkan mereka menembaki kapal-kapal di Selat tersebut tanpa menanggung konsekuensinya," ucap Leavitt.

Upaya diplomasi ini sebelumnya mendapatkan momentum positif setelah Trump menyampaikan apresiasi kepada pihak Teheran atas pembebasan seorang warga negara AS yang ditahan sejak Desember 2024. Kendati demikian, situasi di lapangan masih rawan menyusul keretakan kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati pada Juni lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author