Ribuan Warga Majene dan Bekasi Verifikasi Arah Kiblat

Share

Ribuan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, antusias mengikuti Gerakan Nasional Rashdul Kiblat untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat pada Rabu dan Kamis, 15 hingga 16 Juli 2026.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 3.400 warga mendaftar, sementara di Kabupaten Majene tercatat sebanyak 1.061 peserta yang berpartisipasi dalam fenomena alam saat matahari berada tepat di atas Ka'bah tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momen langka ini sebagai ikhtiar menyempurnakan ibadah serta menyebarkan informasinya ke lingkungan sekitar.

"Rashdul Kiblat adalah kesempatan yang Allah hadirkan agar kita dapat memastikan arah kiblat dengan mudah dan akurat. Kami berharap masyarakat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya serta ikut menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga, tetangga, dan pengurus masjid agar semakin banyak umat yang memperoleh manfaatnya. Inilah wujud pelayanan keagamaan Kementerian Agama yang berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Sahlan.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Majene, H. Muhammad Yusuf, menambahkan bahwa verifikasi ini sangat mudah dilakukan oleh masyarakat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

"Melalui Rashdul Kiblat, masyarakat tidak memerlukan peralatan yang rumit. Cukup memanfaatkan sinar matahari pada waktu yang telah ditentukan, arah kiblat dapat diverifikasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dan tidak ragu berkonsultasi kepada Kementerian Agama apabila membutuhkan pendampingan," jelas Yusuf.

Di Kabupaten Bekasi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Bekasi, Nedi Junaedi, menyatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar membuktikan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyempurnakan arah kiblat.

"Yang mendaftar mencapai sekitar 3.400 orang se-Kabupaten Bekasi untuk memverifikasi arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memastikan arah kiblat secara benar," kata Nedi.

Nedi menjelaskan bahwa bayangan benda tegak lurus pada pukul 16.27 WIB di wilayah Indonesia bagian barat akan langsung menunjukkan arah kiblat secara presisi.

"Di wilayah Indonesia bagian barat, fenomena ini terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Saat itu, bayangan yang dihasilkan dari tongkat atau benda yang tegak lurus menunjukkan arah kiblat secara tepat karena matahari berada tepat di atas Ka'bah," terang Nedi.

Ia juga menilai metode alami ini jauh lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan alat bantu kompas yang rentan terhadap gangguan medan magnet.

"Kalau kompas memiliki keterbatasan karena dipengaruhi medan magnet. Sedangkan Rashdul Kiblat menggunakan petunjuk alam yang Allah ciptakan, sehingga tingkat akurasinya sangat tinggi," ucap Nedi.

Terkait adanya potensi pergeseran arah pada bangunan ibadah yang sudah berdiri, ia menegaskan masyarakat tidak perlu membongkar fisik bangunan tersebut.

"Kalau pergeserannya tidak terlalu jauh, cukup mengubah kemiringan saf atau karpet mengikuti arah bayangan saat Rashdul Kiblat. Jadi tidak harus mengubah bangunan masjid," tutur Nedi.

Nedi mengingatkan pentingnya memanfaatkan fenomena ini karena hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Juli.

"Rashdul Kiblat terjadi dua kali dalam setahun. Setelah tanggal 15 Juli masih ada kesempatan pada 16 Juli dengan tingkat akurasi yang masih sangat baik. Sayang jika kesempatan ini dilewatkan," kata Nedi.

Untuk melakukan pengukuran mandiri, warga disarankan menggunakan alat bantu sederhana seperti bandul agar tiang yang digunakan benar-benar berdiri tegak lurus.

"Kuncinya adalah tongkat harus benar-benar tegak lurus dan diletakkan di permukaan yang rata. Jika persiapannya benar, maka hasil bayangannya akan menunjukkan arah kiblat dengan sangat akurat," papar Nedi.

Pengukuran arah kiblat ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

"Harapan kami seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi memanfaatkan Rashdul Kiblat untuk memastikan arah kiblat, baik di masjid, musala maupun di rumah. Dengan ikhtiar ini, semoga ibadah salat yang kita laksanakan semakin sesuai dengan syariat dan mendapat ridha Allah SWT," pungkas Nedi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author