Ahmad Muzani Harapkan Perang Timur Tengah Segera Berakhir

Share

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengharapkan ketegangan militer serta peperangan yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah dapat segera dihentikan, dilansir dari Detikcom pada Selasa (14/7/2026).

Harapan tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama dari negara Iran.

Pertemuan diplomatik ini menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan rasa simpati mendalam, sekaligus menegaskan prinsip perdamaian yang dianut oleh bangsa.

"Kami sampaikan kepada Dr. Mohammad Ghalibaf menyampaikan salam hangat dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia serta Pemerintah Republik Indonesia. Kami sampaikan duka cita yang mendalam dari rakyat dan bangsa Indonesia atas wafatnya pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat Iran dan kami ikut berbelasungkawa atas hal tersebut," kata Muzani, Ketua MPR RI.

Indonesia merasakan kesedihan mendalam yang tengah menyelimuti masyarakat Iran setelah kehilangan sosok pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

"Kami merasakan bagaimana rakyat Iran merasa sedih atas ditinggalnya pemimpin yang sangat dicintainya. Karena itu, rakyat dan bangsa Indonesia berdoa mudah-mudahan rakyat Iran bisa tabah dalam menghadapi musibah ini. Kami juga mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat mencintai perdamaian," kata Muzani, Ketua MPR RI.

Pihak Indonesia juga meyakini bahwa jajaran otoritas pemerintahan di Iran akan mengupayakan langkah-langkah resolusi terbaik demi meredam gejolak perang saat ini.

"Meskipun dalam kondisi yang sangat berat, kami tetap berharap bahwa upaya ketegangan peperangan ini bisa dicari solusinya," kata Muzani, Ketua MPR RI.

Dorongan moral turut diberikan kepada kepemimpinan Ghalibaf agar memanfaatkan seluruh instrumen pengaruhnya demi mewujudkan gencatan senjata.

"Kami percaya kepada Yang Mulia Mohammad Ghalibaf untuk bisa melakukan tindakan dengan menggunakan pikiran, ucapan, tindakan, dan tanda tangannya untuk menghentikan peperangan. Itu adalah pesan dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," kata Muzani, Ketua MPR RI.

Kunjungan resmi delegasi Indonesia ke Teheran ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang berangkat sejak Jumat (10/7) dini hari.

Utusan negara tersebut diperkuat oleh kehadiran Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafiq A. Mughni, serta Dirjen Aspasaf Kemlu Santo Darmosumarto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author