Hiatus Kaiyote Rayakan 15 Tahun Bermusik Melalui Konser di Australia
Grup musik beraliran soul petualang asal Melbourne, Hiatus Kaiyote, menggelar rangkaian konser spesial untuk merayakan perjalanan karier mereka yang telah menginjak usia 15 tahun.
Perayaan bersejarah ini ditandai dengan penampilan memukau di The Tivoli, Brisbane pada Jumat, 10 Juli 2026, disusul pertunjukan spektakuler yang memenuhi Concert Hall di Sydney Opera House pada Minggu, 12 Juli 2026.
Karya-karya inovatif mereka yang memadukan unsur jazz, funk, R&B, dan hip-hop telah menginspirasi banyak musisi dunia, termasuk Doja Cat yang sempat membawakan ulang lagu mereka.
"She adds a vocal run that is really hard for me to un-hear," ujar Nai Palm, vokalis Hiatus Kaiyote.
Pengaruh musik mereka bahkan telah menyebar luas hingga dijadikan sampel oleh musisi papan atas global dalam lagu-lagu populer mereka.
"[Our song] The World It Softly Lulls — there's a vocal part we're doing live that's actually how the sample on the Beyoncé and Jay-Z track [2018's 713] was chopped up." kata Nai Palm.
Meskipun pencapaian angka 15 tahun ini sangat masif bagi band independen, sang vokalis mengaku tidak terlalu berfokus pada statistik angka semata.
"not really a numbers kind of guy" kata Nai Palm.
Kendati demikian, momentum perayaan ini tetap memberikan kesan mendalam bagi seluruh anggota grup dalam mengenang proses kreatif mereka.
"it feels cool there's a ritual around a number like that" tutur Nai Palm.
Konser perayaan ini pun dirancang khusus untuk merangkum seluruh perjalanan diskografi mereka ke dalam daftar lagu yang padat.
"How do we fit [four] albums into a two-hour show? That's been really fun," ujar Nai Palm.
Persiapan tur ini dilakukan di tengah kesibukan personal sang vokalis yang baru saja kembali dari kegiatan mentoring musik di Papua Nugini.
"So amazing! [But] coming back to Melbourne winter after that is pretty rude," seloroh Nai Palm.
Dalam mempersiapkan aransemen panggung untuk tur peringatan ini, grup tersebut harus membuka kembali arsip-arsip karya lama mereka.
"There's a lot of going back through our old material and seeing what we love and re-arranging it so that we love it again." kata Nai Palm.
Bagi band ini, kejujuran dalam membawakan karya seni di atas panggung adalah hal yang mutlak dan tidak boleh dikompromikan.
"I never want to not like what I do and just be going through the motions for the sake of it, you know?" sambung Nai Palm.
Pendekatan eksperimental dan kebiasaan melakukan improvisasi langsung saat tampil langsung sudah menjadi identitas yang melekat sejak awal terbentuk.
"always and forever" ujar Nai Palm.
Seiring berjalannya waktu, kedewasaan mereka sebagai musisi memberikan dimensi baru yang lebih kaya dalam setiap pertunjukan.
"you have more colours to paint with," jelas Nai Palm.
Namun, kompleksitas tersebut juga membawa tantangan tersendiri ketika mereka ingin menyajikan lagu dengan aransemen yang lebih minimalis.
"And it's hard to strip it back." tambahnya.
Kesederhanaan beberapa lagu ikonik dinilai menjadi kekuatan utama yang harus tetap dipertahankan tanpa perlu polesan berlebih.
"For example, a song like Nakamarra, you don't want to over-colour it because the beauty of it is its simplicity." ucap Nai Palm.
Sementara untuk lagu-lagu lainnya, proses kreatif di studio memberikan ruang yang lebih luas untuk bereksplorasi secara bebas.
"Some things need to be left alone. You're only as good as your Margarita." tutur Nai Palm.
Setiap personel memiliki preferensi dan ide artistik yang berbeda-beda, yang terkadang menimbulkan diskusi panjang di dalam internal band.
"It's literally the bane of my existence," kelakar Nai Palm.
Kendati demikian, band ini memegang teguh prinsip saling menghargai agar setiap anggota dapat mengekspresikan diri secara optimal.
"A huge ethos of the band is people will perform better and write better if they feel valued and if they feel like it's a true expression of what they like to do." terang Nai Palm.
Sebagai garda terdepan di atas panggung, sang vokalis sangat memahami dinamika yang terjadi antara penonton dan para pemain musik.
"but will it be pleasurable for the people on stage?" tanya Nai Palm.
Mereka selalu berusaha menemukan titik temu antara ekspektasi para penggemar dengan kepuasan batin mereka sendiri saat bermain musik.
"It's a delicate balancing act… Trying to give people what I think they want, but also, at the end of the day, just making sure that we're enjoying ourselves." paparnya.
Fokus utama grup ini adalah memastikan energi positif dan kegembiraan di atas panggung dapat tersalurkan dengan baik kepada audiens.
"First and foremost: If we're having a good time, it's going to translate." tegas Nai Palm.
Keunikan komposisi musik Hiatus Kaiyote juga dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan musik di antara para personelnya.
"Simon and Bender went to university and understand music theory really well," kata Nai Palm.
Sebaliknya, anggota lainnya mengembangkan kemampuan bermusik mereka secara otodidak melalui kepekaan intuisi pendengaran.
"Me and Perrin learn more by ear and intuitive-based, so we all just had a really different understanding of the mathematics of music. That was kind of a good thing." lanjut Nai Palm.
Perpaduan unik antara teori formal dan naluri murni ini melahirkan karakter musik yang sangat khas sejak album debut mereka diluncurkan.
"multi-dimensional, polyrhythmic gangster shit" tutur Nai Palm.
Kompleksitas ketukan dalam lagu-lagu awal mereka sering kali memicu perdebatan teknis yang menarik di antara para personel.
"The funny thing between the band is we all have a different understanding of where the one is," ujar Nai Palm.
Perbedaan pemahaman ketukan tersebut kini telah melebur seiring dengan meningkatnya keselarasan bermain musik yang mereka miliki saat ini.
"How?! How have you chosen to come in on that point?" pungkas Nai Palm.
Pertunjukan di Sydney Opera House ditutup dengan riuh tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang berdiri memberikan penghormatan atas dedikasi 15 tahun Hiatus Kaiyote di belantika musik internasional.