Prancis dan Spanyol Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Prancis dan Spanyol akan saling berhadapan dalam babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari WIB, guna memperebutkan satu tiket menuju partai puncak.

Pertemuan ini menjadi laga kompetitif keempat bagi kedua tim dalam lima tahun terakhir, setelah Prancis menang di final UEFA Nations League 2021, sementara Spanyol unggul di semifinal Piala Eropa 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025.

Kiper Spanyol, Unai Simon, menegaskan keinginannya agar skuad La Furia Roja bisa mengunci kemenangan tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu maupun drama adu penalti.

"Tidak, aku lebih suka kami menang 4-0 di waktu normal," kata Simon kepada Partidazo de COPE.

Simon juga menambahkan pandangannya mengenai proses analisis tendangan dua belas pas serta kesiapannya jika skenario terburuk itu tetap terjadi di lapangan.

"Aku suka menganalisis terkait tendangan penalti, tapi aku juga yakin kalau adu penalti itu sebuah lotere. Aku merasa sangat percaya diri: jika aku memilih arah yang tepat, aku akan menyelamatkan tendangannya; itu tanggung jawabku," sambung Simon.

Meskipun demikian, penjaga gawang asal klub Athletic Bilbao tersebut tetap menegaskan ketidaksukaannya terhadap penentuan pemenang melalui babak tos-tosan.

"Namun, aku enggak suka pertandingannya ditentukan dengan adu penalti," cetus Simon.

Di kubu lawan, bek Prancis Jules Kounde memberikan tanggapan terkait pernyataan percaya diri dari rekan setimnya di Barcelona, Lamine Yamal, yang sempat memicu perdebatan sebelum pertandingan.

"Kami sama sekali tidak pernah merasa kurang dihormati oleh Lamine," kata Kounde dilansir dari Goal.com.

Kounde menjelaskan bahwa komentar tersebut mencerminkan motivasi tinggi yang dimiliki oleh sang penyerang muda Spanyol menjelang laga krusial ini.

"Saya mengenal Lamine dengan sangat baik, dan itu merupakan tanda kepercayaan diri serta motivasi tambahan baginya," jelas Kounde.

Mengenai jalannya pertandingan, Kounde menggarisbawahi pentingnya meredam dominasi penguasaan bola yang menjadi kekuatan utama dari skuad asuhan Luis de la Fuente.

"Kekuatan Spanyol terletak pada kerja sama tim dan penguasaan bola mereka. Gaya permainan kami sedikit berbeda, yang didasarkan pada transisi, meskipun kami ingin menguasai bola besok untuk membuat mereka gagal. Saat melawan Spanyol, Anda tidak boleh membiarkan mereka menguasai bola selama 90 menit karena pada akhirnya mereka akan menemukan celah dan membuat Anda kelelahan," urai Kounde.

Sebelumnya, Lamine Yamal melontarkan pernyataan bahwa Spanyol tidak gentar menghadapi Prancis dan menilai sang lawanlah yang semestinya merasa khawatir.

"Menurut saya, jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu seharusnya kami," kata Yamal.

Yamal merujuk pada keberhasilan Spanyol menyingkirkan Les Bleus pada turnamen-turnamen internasional sebelumnya sebagai dasar keyakinannya.

"Kami lah yang sebelumnya menyingkirkan mereka," tambahnya.

Pemain terbaik dalam laga kontra Belgia tersebut juga menegaskan status kedua negara sebagai tim papan atas dunia yang akan membuktikan kualitas mereka di lapangan.

"Kami tidak takut pada siapa pun," katanya.

Yamal menyerahkan hasil akhir pada jalannya pertandingan nanti karena kedua kubu memiliki kualitas yang setara.

"Jelas bahwa kami adalah dua tim hebat, tim nasional tingkat atas, dan bagi saya mereka termasuk yang terbaik. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," kata Yamal.

Menanggapi hal itu, bek Prancis Ibrahima Konate memilih untuk tidak ambil pusing dan meminta rekan-rekannya tetap fokus pada persiapan tim sendiri.

"Dia boleh saja mengatakan apa pun yang dia mau. Sejujurnya, kami tidak mendengarkan apa yang dia katakan. Kami tidak boleh takut pada siapa pun, tetapi harus tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam perdebatan verbal pada tahap kompetisi ini," kata Konate.

Sementara itu, gelandang Prancis Warren Zaire-Emery turut memberikan pandangan proporsional dengan mengakui kualitas Yamal sekaligus menegaskan kekuatan kolektif Prancis yang dilansir dari BeiIN Sports.

« Yamal peut tout faire, mais nous aussi on a nos qualités », kata Zaire-Emery.

Di sisi lain, bek Spanyol Pedro Porro menilai tidak ada tim yang lebih diunggulkan pada pertandingan semifinal ini karena kedua negara merupakan kekuatan besar sepak bola saat ini yang dilansir dari Flashscore.fr.

Prancis melaju ke semifinal setelah mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final, sedangkan Spanyol lolos berkat kemenangan tipis 2-1 atas Belgia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author