Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Mencoba Membunuhnya

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran jika negara tersebut mencoba atau berhasil membunuh dirinya, berdasarkan informasi intelijen terbaru dari Israel pada pekan ini.

Ancaman keras tersebut disampaikan oleh pemimpin Amerika Serikat itu melalui sebuah unggahan di platform media sosial pribadinya, Truth Social, pada Sabtu (11/7/2026) seperti dilansir dari Detikcom.

"1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!" tulis Trump.

Trump kemudian menambahkan informasi mengenai kesiapan militer negaranya untuk menjalankan perintah penyerangan tersebut dalam jangka waktu yang panjang.

"Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran," kata Trump.

Pernyataan keras ini muncul setelah Tel Aviv memberikan informasi intelijen baru dan spesifik mengenai rencana Teheran, yang kemudian dilaporkan oleh berbagai media Amerika Serikat pada Kamis (9/7/2026) waktu setempat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Laporan mengenai peringatan intelijen itu dikonfirmasi oleh sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, sebagaimana dirilis oleh media CNN dan Wall Street Journal.

Teheran sendiri diketahui telah bersumpah selama bertahun-tahun untuk membalas dendam atas kematian Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas akibat perintah Trump pada Januari 2020.

Saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan pulang dari KTT NATO di Turki pada Rabu lalu, Trump pun mengakui bahwa dirinya mengetahui namanya masuk dalam daftar target Iran.

"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS — saya. Saya ada di setiap daftar. Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama," kata Trump.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author