Jérémy Doku Tinggalkan Kamp Belgia Demi Kelahiran Anak Pertama
Pemain sayap tim nasional Belgia Jérémy Doku sempat meninggalkan kamp pelatihan timnya di Renton, Washington, Amerika Serikat, pada Juni 2026 demi mendampingi istrinya, Shireen Doku, melahirkan anak pertama mereka. Keputusan pemain Manchester City berusia 24 tahun tersebut sempat memicu sorotan media internasional di tengah bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, hubungan Jérémy dan Shireen (née Shireen Erin Lyannda Raymond) berlanjut ke jenjang pernikahan pada Oktober 2025 setelah bertunangan di Dubai pada Agustus 2025.
Momen lamaran romantis dengan hiasan lilin tersebut sempat didokumentasikan dalam salah satu episode seri dokumenter YouTube milik Jérémy yang berjudul When Two Become One.
"You’re my girlfriend, but I don’t want you to stay my girlfriend. I want you to be my future wife," ujar Jérémy dalam video tersebut. Shireen, yang bekerja sebagai ahli estetika di Inggris dan berusia enam tahun lebih tua dari Jérémy, terkejut mendengar ucapan tersebut sebelum akhirnya menerima lamaran sang kekasih.
"Where did you get this from? I’m actually shaking. Where did this come from?" cetus Shireen. Pasangan yang menikah sebulan setelah bertunangan ini juga dikenal memiliki keyakinan iman Kristen yang kuat dalam hubungan mereka.
Sehari setelah Manchester City menang 3-0 dalam laga derbi melawan Manchester United pada 15 September 2025, keduanya menjalani pembaptisan bersama di gereja. Sebelum berangkat ke gereja pada malam hari itu, Jérémy mengungkapkan makna prosesi tersebut bagi dirinya kepada para jurnalis. "If I can be honest, this was for me already a victory," kata Jérémy.
Ia merasa sangat bahagia dengan performa di lapangan hijau dan merasa seperti mendapat dorongan karena mengetahui akan dibaptis setelah pertandingan selesai.
"Why? Because I knew that after the game I'm going to be baptized. Maybe that's why I felt like I was pushed.
That’s why I’m very happy with the performance as well," tutur Jérémy. Memasuki tahun 2026, Shireen awalnya diperkirakan melahirkan pada awal Juli, yang berpotensi bentrok dengan jadwal babak gugur timnas Belgia. Jérémy sejak awal bersikap terbuka mengenai niatnya untuk tetap hadir mendampingi sang istri pada momen penting tersebut.
"No one wants to miss a birth," kata Jérémy kepada reporter pada 15 Juni 2026.
Ia menyadari besarnya tanggung jawab dalam sepak bola, namun kelahiran tersebut merupakan momen kehadiran anak pertamanya. "Moreover, it is my first child. But I also know that there is a lot involved in football," sambung Jérémy.
Ketika Shireen mengalami kontraksi lebih cepat dari jadwal, Jérémy langsung terbang kembali ke London dan hanya melewatkan pertandingan Belgia yang berakhir imbang 0-0 melawan Iran. Dokter tim Belgia, Brahim Hacene, mengonfirmasi bahwa Jérémy yang saat itu juga mengalami masalah pernapasan ringan didampingi oleh dokter tim selama penerbangan.
"was able to fly without any medical risk in order to be with his family during this very special moment," kata Hacene dalam sebuah pernyataan. Keputusan tersebut sempat menuai kritik tajam dari komentator televisi Prancis, France Pierron, di acara L’Equipe de Choc yang menyebut tindakan Jérémy tidak menghargai kesempatan tampil di Piala Dunia. Komentar Pierron memicu kecaman publik hingga akhirnya ia meminta maaf, sementara L’Equipe menjatuhkan sanksi skorsing terhadap acaranya karena dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan.
Anak laki-laki pasangan tersebut yang diberi nama Praise akhirnya lahir dengan selamat di London.
"Everything went perfectly, and the mother, father, and baby are all doing wonderfully," ujar Hacene kepada media. Kapten timnas Belgia, Youri Tielemans, memberikan ucapan selamat melalui pesan teks dan memberikan pembelaan atas keputusan rekan setimnya tersebut. "I think having a child is the most beautiful thing in the world that you can have, and being there, it’s more than normal as a dad," kata Tielemans kepada jurnalis.
Sebagai ayah dari tiga anak, Tielemans menilai momen kelahiran adalah memori berharga yang tidak bisa diulang kembali.
"For myself, I have three and it’s memories you can't take back. So, yeah, very happy for him," tambah Tielemans. Jérémy langsung kembali bergabung dengan skuad Belgia di Seattle sesaat setelah proses persalinan selesai.
Melalui pernyataan di akun Facebook pribadinya, ia menyampaikan rasa syukur dan kesiapannya untuk kembali fokus membela negara di turnamen dunia. "Shireen and Praise are doing great, and my heart is full of gratitude. Welcoming my son into the world is one of the greatest blessings God has ever given me. Thank you to the team for the support, now it’s time to get back to football and represent my country on the biggest stage," tulis Jérémy.