Plt Bupati Mukhlisin Buka Festival Pacu Jalur Rayon III Benai Kuansing

Share

Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, membuka festival tradisi Pacu Jalur Tradisional 2026 Rayon III di Tepian Pincuran Sati, Kelurahan Pasar Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi pada Jumat, 10 Juli 2026. Perhelatan budaya tahunan masyarakat Kuantan Singingi ini diikuti oleh 54 jalur pada putaran pertama, dengan 27 jalur di antaranya berhasil memastikan diri melaju ke putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 11 Juli 2026. Kehadiran Mukhlisin menjadi penampilan perdana di hadapan publik dalam agenda besar daerah setelah dirinya didaulat memimpin Kuantan Singingi pasca-penangkapan Bupati nonaktif Suhardiman Amby oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Berbeda dengan pendahulunya yang kerap tampil formal dengan kacamata hitam di atas perahu cepat, Mukhlisin memilih tampil tradisional menggunakan pakaian adat sederhana di atas kapal motor tanpa penutup mata.

Dalam prosesi di Sungai Batang Kuantan tersebut, Mukhlisin didampingi oleh pemangku adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama setempat, sementara Ketua DPRD Kuantan Singingi tidak terlihat di barisan rombongan utama. Atmosfer kesederhanaan ritual ini dinilai memberikan kesan yang lebih dekat dengan akar budaya sekaligus mengembalikan marwah spiritualitas tradisi pesta rakyat di tengah transisi pemerintahan daerah.

"Melihat Pak Plt Bupati tadi di sungai rasanya adem, seperti melihat orang tua kita sendiri yang datang ke pesta adat," ujar Arman, warga asal Benai yang hadir langsung di lokasi. Ia menambahkan bahwa ketiadaan pagar betis pejabat membuat nuansa kekeluargaan asli dari perhelatan Pacu Jalur ini kembali terasa sangat kental oleh masyarakat yang memadati tepi sungai.

Sengitnya persaingan 27 jalur yang lolos berasal dari berbagai kecamatan, seperti Benai, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Cerenti, Pangean, Hulu Kuantan, Inuman, Gunung Toar, Kuantan Hilir, dan Logas Tanah Darat. Keberhasilan setiap perahu dalam tradisi ini sangat bergantung pada faktor kekompakan, ritme kayuhan para pendayung, serta peran dari pawang jalur yang dipercaya memberikan kekuatan strategi. "Tanpa kekompakan fisik dan ritme, tenaga yang dikeluarkan akan sia-sia," ujar Isap, salah seorang penonton.

Menurutnya, kemenangan yang diraih merupakan buah dari gotong royong seluruh masyarakat desa dan pengurus jalur semenjak tahapan pembuatan hingga persiapan teknis balapan.

Pelaksanaan festival tahun ini sekaligus menandai penggunaan logo baru Pacu Jalur Tradisional 2026 yang mengusung tema besar mengenai kelestarian budaya dan penguatan ekonomi berseri. Ketua Panitia Pacu Jalur Tradisional 2026, Andi Cahyadi, mengumumkan bahwa sayembara desain logo baru tersebut dimenangi oleh seorang desainer asal Surabaya bernama Melchias Ari Setiadji. “Dewan juri sudah memutuskan dan menetapkan pemenang sayembara desain logo Pacu Jalur Tradisional 2026, yaitu Melchias Ari Setiadji, desainer asal Surabaya,” kata Andi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Atas kemenangan tersebut, panitia memberikan uang pembinaan sebesar Rp3 juta kepada Melchias karena karya desainnya dinilai sangat selaras dengan kearifan lokal Kuantan Singingi.

Elemen visual logo pemenang merangkum simbol figur joki, tangan menggenggam padi, pendayung, warna Melayu, motif selembayung, pohon kelapa, tudung kepala pemda, bentuk ujung bulat tukang gelek, serta representasi aliran Sungai Kuantan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author