Sopir Calya Rusak MINI Countryman di Sunter karena Emosi Sesaat
Aksi arogansi di jalan raya kembali terjadi dan melibatkan pengemudi mobil LCGC di kawasan Sunter. Pengendara tersebut melakukan pengrusakan terhadap kendaraan lain karena dipicu masalah sepele saat melintas.
Insiden yang sempat viral di media sosial ini bermula ketika pengemudi Calya tidak diberi jalan oleh pengguna jalan lain. Berdasarkan informasi yang beredar, sopir Calya langsung menyalip dan memacu kendaraannya dengan cepat.
Setelah mendahului, mobil tersebut melakukan pengereman mendadak secara tiba-tiba. Pengemudi Calya kemudian menuduh pengendara MINI Countryman di belakangnya telah menabrak kendaraan miliknya.
"Dia ngamuk langsung ngebut mendahului saya, rem mendadak depan saya, lalu triak2 bilang saya nabrak dia. Krn saya yakin saya ga nabrak (seperti ada di foto kondisi mobil dia tidak ada penyok atau lecet sedikitpun) Saya ga mau turun dan mobil saya langsung di rusak, spion saya di hancurkan. wiper saya ditekuk sampe stgh patah. Ternyata mobil yang dikendarai juga platnya ditutupi sebagian," demikian keterangan yang tertulis pada unggahan tersebut.
Aparat kepolisian dari Subdit Resmob Ditkreskrimum Polda Metro Jaya kini telah mengamankan pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian, tindakan merusak tersebut murni terjadi akibat luapan emosi sesaat di jalanan.
"Tersangka mengaku kesal karena merasa tidak diberi jalan oleh korban," demikian dikutip dari akun Instagram resmob_pmj.
Akibat rasa kesal tersebut, pelaku melampiaskannya dengan merusak mobil MINI Countryman milik korban. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 521 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang pengrusakan, dengan ancaman hukuman pidana 2 tahun 6 bulan penjara.
Dilansir dari Detik Oto, perilaku arogan di jalan raya seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian serupa kerap kali diasosiasikan dengan jenis mobil tertentu, termasuk kendaraan tipe LCGC atau SUV berukuran besar.
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa stereotipe tersebut memang sering melekat pada jenis mobil tertentu. Kendati demikian, hal itu tidak menjadi jaminan bahwa seluruh pengemudinya memiliki perilaku yang sama.
"Ya sebenarnya ada level adab di penggunanya, walaupun nggak semua pengguna LCGC atau big SUV seperti itu ya. Yang pasti pengemudi di sini umumnya sumbu pendek jika punya masalah," tutur Sony.