Kelelahan Terus-menerus Bisa Menjadi Tanda Awal Penyakit Jantung

Share

Penyakit jantung sering kali diidentifikasi melalui gejala yang ekstrem seperti rasa nyeri hebat pada dada atau pingsan secara tiba-tiba. Namun, terdapat satu indikasi samar yang kerap disepelekan oleh banyak orang, yaitu kondisi tubuh yang merasa lelah secara terus-menerus. Kelelahan yang bersifat persisten atau menetap serta dibarengi dengan merosotnya stamina ketika berolahraga dapat menjadi sinyal peringatan dini bagi kesehatan kardiovaskular.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kardiologi di Beverly Hills Cardiovascular and Longevity Institute, Dr Sam Setareh, MD, MS, FACC, seperti dikutip dari Detik Health.

"Gejala ini sangat krusial, terutama pada wanita yang cenderung menunjukkan gejala tidak khas atau atipikal dibanding pria,"

jelas Dr Setareh, dikutip dari laman Parade. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa terdapat hingga 50,4 persen pria dan 51,2 persen wanita dengan kondisi gagal jantung mengeluhkan rasa lelah yang sangat ekstrem.

Secara mekanisme medis, jantung memikul tanggung jawab utama untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh bagian jaringan tubuh. Ketika kemampuan pompa organ ini melemah atau bekerja secara tidak efisien, maka pasokan oksigen untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan organ tubuh otomatis akan berkurang.

Kondisi kekurangan oksigen ini kemudian direspons oleh tubuh dalam bentuk rasa lelah kronis, penurunan stamina, hingga merosotnya energi secara umum. Dampak penurun fungsi ini bahkan dapat muncul jauh sebelum tanda-tanda klasik seperti nyeri di area dada mulai dirasakan oleh pasien. Dr Setareh mengungkapkan bahwa saat menghadapi pasien dengan keluhan rasa lelah yang konstan, ia selalu menanyakan kemunculan gejala sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

"Saya ingin tahu, apakah Anda terengah-engah saat melakukan hal-hal yang dulunya terasa mudah? Seperti menaiki tangga atau sekadar berjalan kaki menuju mobil,"

ujarnya.

Kondisi sesak napas ketika beraktivitas ringan menjadi indikasi kuat bahwa organ jantung dan paru-paru tengah bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Perpaduan antara rasa lelah yang mendalam dengan napas yang memendek kerap kali menjadi petunjuk paling akurat mengenai adanya gangguan pada fungsi jantung. Rasa kantuk atau lelah umumnya timbul akibat faktor kurang tidur atau tekanan stres dalam pekerjaan sehari-hari.

Kendati demikian, keletihan yang dipicu oleh gangguan kardiovaskular mempunyai karakteristik khusus yang membedakannya dari kelelahan biasa.

Kelelahan akibat masalah jantung tidak akan membaik atau kunjung hilang meskipun seseorang telah mendapatkan waktu istirahat dan tidur yang cukup. Kondisi fisik pasien juga akan dirasakan semakin melemah secara bertahap dari hari ke hari.

Selain itu, keletihan ini biasanya berjalan beriringan dengan gejala-gejala fisik lain yang muncul secara bersamaan. Beberapa tanda penyerta tersebut meliputi pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, sensasi jantung berdebar-debar, pusing, hingga sesak napas saat berbaring telentang.

Akibat rasa sesak saat telentang tersebut, pasien sering kali harus menggunakan bantal tambahan sewaktu tidur. Pemeriksaan kondisi kesehatan jantung ke dokter sangat disarankan jika seseorang merasakan kelelahan ekstrem tidak biasa yang mulai mengganggu aktivitas harian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author