Kemenkes Investigasi Kematian Dokter PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou

Share

Kementerian Kesehatan sedang menginvestigasi kasus kematian Adrian Rantung, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi di RSUP Prof. R.D Kandou Manado yang diduga mengalami perundungan, pada Rabu (08/07).

Penyelidikan mendalam tersebut dilakukan guna menindaklanjuti dugaan tekanan berat yang dialami korban selama menempuh jalur pendidikan kedokteran spesialis, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa proses penanganan dugaan kasus perundungan ini diperkirakan akan memakan waktu hingga dua pekan.

"Seminggu, due minggu biasanya selesai," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Langkah taktis juga diambil dengan menerjunkan tim khusus ke Sulawesi Utara guna mempercepat pengumpulan bukti dan data di lapangan.

"Kita sudah kirim tim untuk berkoordinasi dan audit bersama teman-teman Kapolda daerah situ, masih berproses," tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Dampak dari peristiwa ini, operasional Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi di RSUP Kandou resmi dihentikan sementara.

Langkah pembekuan tersebut ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado demi memberikan ruang bagi tim investigasi bekerja.

“Bahwa dengan adanya dugaan terjadinya perundungan terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi,” demikian bunyi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

Kasus ini memicu perhatian publik setelah kematian dr. Adrian mengungkap adanya dugaan tekanan psikologis berat selama masa pendidikan spesialisnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author