5 Pertanyaan Populer Ibu Menyusui yang Dijawab Konsultan Laktasi

Share

Perjalanan menyusui bagi setiap ibu memiliki tantangan tersendiri yang bervariasi. Kelelahan mendera dan tuntutan merawat bayi baru lahir sering kali memunculkan berbagai pertanyaan serta kekhawatiran pada fase awal. Memiliki pengetahuan memadai dan terhubung dengan sesama pejuang ASI dapat membantu menenangkan pikiran ibu menyusui.

Dikutip dari HaiBunda, berikut adalah lima pertanyaan yang paling sering diajukan oleh ibu menyusui beserta penjelasan dari konsultan laktasi.

Rasa khawatir mengenai kecukupan asupan ASI merupakan hal yang wajar bagi para ibu baru. Konsultan Laktasi, Tiara Caldwell, menyarankan agar ibu tidak mencemaskan hal tersebut secara berlebihan.

Dokter anak akan memantau perkembangan berat badan bayi dengan cermat untuk memastikan pertumbuhannya berjalan baik. "Kamu tidak bisa menimbang bayi kami setiap hari. Jadi, hal terbaik yang bisa dilakukan ialah melacak popok basah dan kotor yang menjadi indikator yang bagus," saran Caldwell.

2. Apakah Proses Menyusui Terasa Sakit?

Banyak ibu hamil yang mempertanyakan kenyamanan proses menyusui setelah melahirkan bayi mereka. Seorang IBCLC, Chanelle Andrews, menyatakan bahwa pertanyaan mengenai rasa sakit saat menyusui sangat sering ia terima. "Saya selalu memberi tahu mereka bahwa ada perbedaan antara ketidaknyamanan dan rasa sakit," katanya.

Andrews menjelaskan ada periode penyesuaian ketika ibu menyusui bayinya selama berjam-jam setiap hari.

Kondisi tidak nyaman ini rentan dialami oleh orang tua dengan puting terbalik, bayi kembar, atau yang baru pertama kali menyusui.

3. Apa Itu Cluster Feeding dan Apakah Normal?

Istilah cluster feeding merujuk pada rangkaian sesi menyusui singkat yang intens.

Jody Segrave Daly, seorang Konsultan Laktasi, menjelaskan bahwa fenomena ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 jam di siang hari. "Bayi biasanya menunjukkan perilaku ini selama periode rewel di malam hari ketika pasokan ASI sedikit lebih rendah atau selama growth spurt."

Pemberian ASI yang berkepanjangan ini diakui dapat memicu stres pada ibu. Namun, Segrave menyebut fenomena ini normal selama bayi tetap tenang setelah sesi menyusui lain, jumlah popok sesuai, dan berat badan bertambah 5 hingga 7 ons per minggu pada 4 bulan pertama.

4. Bolehkah Orang Lain Memberikan Botol Susu di Malam Hari?

Melibatkan pasangan atau orang terdekat untuk membantu menyusui di malam hari menjadi opsi untuk mengelola kelelahan.

Konsultan Laktasi dan doula, Megan Davidson, menyebutkan bahwa ibu menyusui memiliki pilihan dalam manajemen istirahat.

Busui selalu dapat memilih memberikan bayi botol berisi ASI perah sebagai pengganti sesi menyusui langsung bersama ibunya.

5. Apakah Normal Jika Bayi Tidak Buang Air Besar dalam Waktu Lama?

Menghitung popok kotor menjadi rutinitas baru yang sering memicu kepanikan jika bayi tidak buang air besar (BAB) beberapa hari. Melissa Cole, seorang IBCLC di Luna Lactation, menyampaikan bahwa kekhawatiran tersebut banyak dialami para ibu. "BAB yang tidak teratur mungkin umum terjadi pada banyak bayi, tetapi itu tidak berarti menjadi norma fisiologis. Bayi yang menerima cukup makanan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, seharusnya juga BAB secara teratur."

Cole menambahkan bahwa bayi yang disusui biasanya dianggap normal jika buang air besar satu kali atau lebih setiap hari.

Jika bayi memperlihatkan tanda tidak nyaman atau gangguan pencernaan, ibu disarankan segera menghubungi dokter atau konsultan laktasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author