Pengadilan Inggris Tolak Gugatan Pangeran Harry Melawan Daily Mail
Hakim Inggris Matthew Nicklin menolak gugatan Pangeran Harry terhadap penerbit Daily Mail, Associated Newspapers, dalam persidangan di Inggris pada Selasa (7/7/2026). Putusan tersebut menyatakan kemenangan telak bagi pihak pers setelah dugaan pelanggaran privasi sejak tahun 2022 tidak terbukti.
Kekalahan ini terjadi setelah rangkaian persidangan yang dibuka sejak awal Januari 2026, seperti dilansir dari Detikcom. Pangeran Harry bersama penggugat lain menuduh penerbit melakukan 97 tindakan terpisah termasuk peretasan telepon seluler serta penyadapan telepon rumah.
"Associated Newspapers menyambut baik putusan hari ini, yang merupakan kemenangan besar bagi Daily Mail dan para jurnalisnya, dan bagi pers bebas secara umum," kata juru bicara Associated Newspapers dalam pernyataan, seperti dilansir dari E! News, Rabu (8/7/2026).
Pihak manajemen Associated Newspapers mengapresiasi keputusan Hakim Nicklin yang dinilai telah menerima kejujuran para wartawan mereka dalam mengumpulkan informasi berita. Mereka juga menilai tuntutan hukum dari pihak penggugat tidak berdasar.
"Gugatannya adalah upaya pencarian informasi oleh para penggugat dan tim hukum mereka dalam kampanye yang bermotivasi politik untuk membungkam pers bebas," katanya.
Perusahaan penerbitan tersebut menambahkan bahwa keputusan hukum ini mengembalikan nama baik para jurnalis yang sempat terseret dalam kasus panjang ini.
"Reputasi para jurnalis kami yang jujur dan pekerja keras telah dicemarkan secara mengerikan, dan hari ini mereka telah dibebaskan," sambung penerbit dalam sebuah pernyataan.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam disampaikan oleh pihak Pangeran Harry bersama Doreen Lawrence yang juga menjadi penggugat dalam kasus pidana ini.
"Meskipun para Penggugat mengajukan bukti, jurnalis Daily Mail hanya memberikan penolakan, dan pengadilan memilih untuk mempercayai mereka tanpa kritik," kata tim kuasa hukum.
Sebelumnya, Pangeran Harry diketahui mengajukan dua gugatan terpisah terhadap perusahaan surat kabar lain, di mana satu kasus berhasil dimenangkan dan satu kasus peretasan Daily Mail ini berakhir dengan kekalahan.