Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Usai Serangan Militer Amerika Serikat

Share

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mempercepat agenda kunjungannya di Irak untuk segera kembali ke Teheran menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada Selasa (7/7/2026) malam.

Kabar kepulangan Pezeshkian dari Najaf menuju Teheran tersebut dilansir dari Detikcom melalui laporan Al Jazeera pada Rabu (8/7/2026). Sebelumnya, sang presiden dijadwalkan menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta melakukan pembicaraan tingkat tinggi bersama pejabat Irak.

Percepatan masa kunjungan terjadi tepat setelah peti jenazah Ali Khamenei tiba di Bandara Najaf untuk diarak menuju Kota Suci Najaf dan Karbala. Di saat yang sama, militer AS meluncurkan serangan yang menyasar wilayah selatan Iran, termasuk kawasan Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran melaporkan adanya rangkaian suara ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, hingga Pulau Qeshm yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur sipil serta melukai beberapa warga. Sejumlah proyektil dilaporkan menghantam menara telekomunikasi, dermaga komersial, dermaga nelayan, hingga kapal sipil.

Pihak lembaga penyiaran negara Iran memaparkan situasi mengenai target dari serangan yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat tersebut.

"sebagian besar serangan" kata lembaga penyiaran negara Iran.

Narasi dari lembaga penyiaran tersebut menegaskan bahwa gempuran oleh militer AS di wilayah Iran bagian selatan itu menyasar kawasan tempat tinggal penduduk sipil. Hingga saat ini, jumlah total korban luka maupun korban jiwa akibat peristiwa ledakan di beberapa kota pelabuhan tersebut belum diketahui secara pasti.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author