Middlesbrough dan Hull City Berebut Tiket Promosi ke Liga Primer

Share

Middlesbrough siap menghadapi Hull City dalam pertandingan final playoff Championship di Stadion Wembley pada Sabtu, 23 Mei 2026, guna memperebutkan tiket promosi ke Liga Primer Inggris bernilai jutaan poundsterling setelah Southampton resmi didiskualifikasi akibat skandal spionase.

Laga ini semula menjadwalkan Southampton melawan Hull City, namun Boro dikembalikan ke final oleh EFL setelah intern analis Soton, William Salt, tertangkap basah memata-matai sesi latihan tertutup skuad asuhan Kim Hellberg.

Pertandingan ini menjadi pembuktian bagi kedua tim, di mana Middlesbrough mengincar promosi pertama sejak musim 2016-2017, sementara Hull City berambisi kembali ke kasta tertinggi setelah absen selama sembilan tahun.

Gelandang andalan Boro, Hayden Hackney, dipastikan siap tampil pascacedera betis sejak Maret, yang juga menjadi pemicu aksi spionase manajer Southampton, Tonda Eckert, hingga berujung sanksi pemecatan dan investigasi FA.

Manajer Middlesbrough, Kim Hellberg, mengakui bahwa situasi emosional sepanjang pekan ini sangat menguras energi timnya sebelum keputusan final dari komisi disiplin EFL keluar.

"It's been a bit mad. I live in Hoboken in New Jersey which is across the Hudson River from Manhattan." kata Paul, seorang suporter Middlesbrough kepada BBC Radio Tees.

Paul menceritakan perjuangannya yang melelahkan berpindah kereta dan pesawat dari New York menuju Edinburgh dan Darlington akibat pembatalan penerbangan demi menyaksikan laga ini.

"Once I found out we were in on Tuesday night, I bought a ticket, booked a flight flying from Newark Airport which is 20 minutes from my house, so, I was going to take a taxi there, nice easy flight to London, straight to the match." ujar Paul menambahkan detail perjalanannya.

Setelah transit di beberapa kota, Paul akhirnya berhasil tiba di Inggris tepat waktu untuk mendampingi tim kesayangannya berlaga di Wembley.

"Then on Thursday that flight got cancelled, I couldn't get another flight to London from New York unbelievably. So, I ended up taking a train into Manhattan then another train out of Manhattan to JFK Airport. Flew from JFK Airport to Edinburgh then I took a train from Edinburgh to Darlington where my dad lives and met with him yesterday, drove five to six hours down from Darlington and got here last night." tutur Paul mengenai hambatan perjalanannya.

Meskipun kondisi fisiknya sangat lelah, ia menegaskan tidak ingin melewatkan momen bersejarah kembalinya Middlesbrough ke Wembley.

"I'm absolutely knackered, had a few drinks, then got up this morning and ready to go." kata Paul yang bersiap di stadion.

Kehadiran para suporter militan ini menjadi tambahan energi bagi skuad Boro yang belum pernah memenangi laga final di Wembley sepanjang sejarah klub.

"I wouldn't have missed it for the world. I'd do anything to get here and I can't wait." ucap Paul menutup ceritanya.

Di kubu lawan, pemilik Hull City, Acun Ilicali, dikabarkan sempat berkonsultasi dengan pengacara untuk menuntut promosi otomatis tanpa laga final akibat skandal yang melibatkan Southampton.

Manajer Hull City, Sergej Jakirovic, menegaskan bahwa timnya tetap fokus penuh menghadapi tantangan taktis dari Middlesbrough meskipun persiapan mereka sempat terganggu perubahan lawan.

"Hayden’s ready for Wembley," kata Kim Hellberg pada hari Kamis mengenai kondisi gelandangnya.

Hellberg mengonfirmasi bahwa penentuan kesiapan penuh sang pemain menjadi bagian dari strategi untuk membongkar pertahanan Hull City.

"It’s still a question of how ready but he’s part of our attempt to solve the puzzle set by Hull." ujar Kim Hellberg menambahkan.

Pelatih asal Swedia tersebut juga membagikan kisah bagaimana ia mencoba melepas penat di Stockholm sebelum laga krusial ini.

"The head is tired," aku pelatih berusia 38 tahun tersebut terkait ketatnya situasi dua pekan terakhir.

Proses latihan taktik sempat terganggu karena ketidakpastian status pertandingan sebelum keputusan resmi EFL dirilis.

"There’s been a lot of emotion. I haven’t been able to sleep." kata Kim Hellberg menerangkan kondisi tidurnya.

Hellberg menjelaskan bahwa timnya hanya bisa melakukan latihan ringan berupa operan bola dan joging di tengah ketidakpastian tersebut.

"We tried to keep the players here but it’s been impossible to train properly," tutur Kim Hellberg.

Ia juga menceritakan bagaimana ia meluapkan emosi saat menonton mantan klubnya, Hammarby, bertanding di Swedia akhir pekan lalu.

"On Tuesday about half the squad did some passing drills and on Wednesday we did some light jogging. We’re preparing hard now but it’s been very difficult." kata Kim Hellberg menggambarkan jadwal latihan timnya.

Suasana santai bersama keluarga dan segelas bir di Stockholm membantunya tetap tenang sebelum kembali ke pusat latihan klub.

"I shouted at the referee from the stands, I spent time with my son, I drank more than one beer," lapor Kim Hellberg mengenai aktivitas liburannya.

Hellberg kemudian menerima kabar kepastian tiket final saat makan malam di Rockliffe Hall pada Rabu malam, yang langsung memicu kegembiraan skuadnya.

"It was nice." kata Kim Hellberg pendek.

Kabarnya, grup percakapan WhatsApp para pemain Middlesbrough langsung dipenuhi pesan antusiasme sesaat setelah pengumuman itu.

"It was a very nice meal," ujar Kim Hellberg dengan senyuman.

Bek Middlesbrough, Luke Ayling, membenarkan bahwa menjaga fokus mental menjadi tantangan terberat seluruh pemain sebelum kepastian ini.

"It still doesn't feel quite real," kata bek Luke Ayling.

Ayling memastikan seluruh anggota tim kini sangat termotivasi untuk mengembalikan Middlesbrough ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

"Mentally, it's been hard to stay switched on when you're not expecting the outcome we had. But now we're buzzing to get this club back into the Premier League." ujar Luke Ayling.

Di sisi lain, Kim Hellberg juga menegaskan kebahagiaannya bisa mendampingi tim di final meskipun suasana pra-pertandingan dipenuhi polemik eksternal.

"It's been a crazy time, back and forth with a lot of emotions, from losing the game, to being involved and trying to keep your head in the game for what may happen. I'm very happy to be here," kata Kim Hellberg kepada beIN SPORTS.

Hellberg enggan berkomentar lebih jauh mengenai keadilan sanksi pengurangan poin dan diskualifikasi yang dijatuhkan kepada Southampton.

"The punishment is not for me to decide, and I was never talking about punishment when I talked about it, either. I talked about my emotions." tutur Kim Hellberg menegaskan posisinya.

Ia menyatakan selalu mencoba terbuka dan jujur kepada media sejak hari pertama menukangi tim asal Teesside tersebut.

"Since I arrived here, I've tried to be honest, tried to be open, not using 'no comment' or being like that. I've tried to be open with my emotions, and it was never about anything other than that." aku Kim Hellberg.

Pelatih asal Swedia ini menambahkan bahwa posisinya murni hanya merasakan dampak emosional dari dinamika kasus Spygate tersebut.

"I had nothing to do with the decision or punishment or what is right or wrong. I just talked about my emotions through the situation." kata Kim Hellberg.

Ia juga bersimpati kepada tim lain serta suporter yang terdampak oleh ketidakpastian jadwal akibat pelanggaran regulasi tersebut.

"It's been weird for a lot of different teams and supporters. It's not fair to them, but it also comes from the decision they have made." pungkas Kim Hellberg.

Sementara itu, manajer Hull City, Sergej Jakirovic, merasa lega karena kejelasan lawan di final playoff sudah diputuskan sejak Selasa malam.

"For sure, it's a relief because, since Tuesday evening, we knew who we were playing against," kata Sergej Jakirovic.

Jakirovic mengungkapkan bahwa analisis mendalam terhadap kekuatan Middlesbrough langsung digeber begitu Southampton resmi didepak.

"We prepared for at least seven days for Southampton because they won in the semi-finals, and then, from Tuesday evening, we started to prepare for this game against Middlesbrough." jelas Sergej Jakirovic mengenai perubahan strateginya.

Meskipun waktu adaptasi taktik tergolong singkat, pelatih asal Bosnia itu merasa beruntung karena sudah bertemu Boro di musim reguler.

"Maybe it's a little bit short, but we already faced Southampton twice and Middlesbrough, so we know everything about them, and they know everything about us, so we will see on Saturday." urai Sergej Jakirovic.

Jakirovic optimistis performa anak asuhnya tetap berada di level tertinggi setelah melewati beberapa sesi latihan intensif di Hull.

"I'm optimistic because we had a few very good sessions. I can say it like this, our main focus when we reached the finals was this game." tegas Sergej Jakirovic.

Fokus utama skuad berjuluk The Tigers kini sepenuhnya tertuju pada cara memaksimalkan keunggulan taktik gegenpressing di lapangan Wembley.

"No matter who our opponent was, our focus and concentration is on our team, what we can do there, how we can use our advantages." tutur Sergej Jakirovic memungkasi penjelasannya.

Pemenang dari pertandingan final di Wembley ini dipastikan akan mendampingi Coventry City dan Ipswich Town yang sudah lebih dulu mengamankan tiket promosi ke Liga Primer musim depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author