Federico Chiesa Ungkap Kronologi Perpisahan dengan Juventus

Share

Pemain sepak bola Federico Chiesa mengungkapkan kronologi perpisahannya dengan Juventus dan membantah narasi bahwa tuntutan finansial menjadi penyebab utama dirinya hengkang dari klub tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.

Mantan penyerang Sayap Juventus itu menegaskan bahwa pihak manajemen klub sama sekali tidak pernah menyodorkan penawaran kontrak baru untuk bertahan di Turin.

"Juventus selalu ada di hati saya dan saya ingin kembali suatu hari nanti," kata Federico Chiesa.

Pernyataan tersebut meluruskan rumor yang beredar sebelumnya mengenai spekulasi besaran gaji yang menghambat proses negosiasi masa bakti sang pemain.

"Saya tidak pernah membicarakan uang dengan Juventus dan saya tidak akan pernah melakukannya," imbuh Federico Chiesa.

Sebelum mengalami cedera lutut parah, penyerang berusia 28 tahun tersebut merupakan pilar penting bagi Si Nyonya Tua dan ia mengaku sejatinya ingin terus bermain di sana.

"Saya ingin tetap bertahan bersama Juventus," ujar Federico Chiesa.

Keputusan sepihak dari manajemen membuat perpanjangan kontrak tidak pernah dibahas oleh kedua belah pihak.

"Saya tidak akan pernah pergi atas keinginan sendiri," tegas Federico Chiesa.

Pemain berkebangsaan Italia itu kembali memperjelas bahwa tidak ada negosiasi finansial yang terjadi di antara mereka.

"Juga sempat dikatakan bahwa saya meminta banyak uang, tetapi kenyataannya berbeda. Saya tidak pernah menerima tawaran perpanjangan kontrak. Kami bahkan tidak pernah membicarakannya," ungkap Federico Chiesa.

Menurutnya, situasi mengenai masa depannya di Turin sudah diputuskan secara mutlak oleh manajemen dan staf kepelatihan.

"Cristiano Giuntoli dan Thiago Motta mengatakan kepada saya, 'Fede, kami tidak membutuhkanmu, carilah klub baru'." kata Federico Chiesa.

Meski kecewa karena harus pergi, ia kini bersyukur bisa melanjutkan karier profesionalnya bersama salah satu klub raksasa di Liga Inggris.

"Semuanya berjalan baik untuk saya. Saya memulai kembali di salah satu dari lima klub terbaik di dunia, Liverpool." kata Federico Chiesa.

Di sisi lain, Chiesa tetap menaruh rasa hormat kepada mantan klubnya dan memberikan dukungan penuh kepada Kenan Yildiz sebagai suksesor nomor punggung 10.

"Kami menyadari bakatnya sejak sesi latihan pertama," kata Federico Chiesa.

Ia meyakini bahwa pemain muda bertalenta asal Turki tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan di Turin.

"Sekarang giliran dia. Dia bisa menjadi pemain top," sanjung Federico Chiesa.

Dirinya juga menganggap Yildiz sangat layak mengenakan nomor keramat yang pernah dipakai oleh para pemain hebat di masa lalu.

"Dia mengenakan nomor 10 dengan baik, tetapi saya juga pernah melihat nomor itu di pundak Dybala." kata Federico Chiesa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author