Memahami ODM Industri Teknologi dan Cara Kerjanya untuk Merek Lokal
Kemiripan bentuk dan spesifikasi pada perangkat teknologi seperti TWS, smartwatch, hingga laptop dari berbagai merek yang berbeda kerap menjadi sorotan konsumen. Sistem industri yang dikenal sebagai Original Design Manufacturer atau ODM menjadi rahasia di balik kesamaan produk tersebut serta harganya yang cenderung terjangkau. Dilansir dari Gamebrott, ODM merupakan perusahaan manufaktur yang memegang kendali penuh atas perancangan, desain, sekaligus proses produksi sebuah perangkat elektronik.
Perusahaan lain dapat langsung membeli produk matang tersebut dari pabrikan, menyematkan logo merek mereka sendiri, kemudian memasarkannya ke publik.
Praktik industri ini sebenarnya telah berkembang sejak era kejayaan komputer di Taiwan pada dekade 1980-an dan 1990-an. Tren ODM kembali mencuat seiring dengan menjamurnya berbagai merek baru pada perangkat laptop, konsol handheld, hingga ekosistem Internet of Things (IoT).
Anggapan bahwa kualitas produk dari sistem ini selalu murahan karena prosesnya yang instan tidak sepenuhnya tepat. Merek independen besar umumnya mengendalikan seluruh proses dari awal, termasuk riset material dasar, desain orisinal, hingga pengembangan ekosistem perangkat lunak.
Sebaliknya, kualitas akhir dari produk buatan pabrikan ini sangat bergantung pada paket spesifikasi yang dipilih dan disesuaikan dengan anggaran merek pemesan. Banyak produsen skala besar saat ini yang telah menyediakan komponen dengan standar sertifikasi tinggi untuk menjamin durabilitas produk.
Kelebihan Menggunakan Sistem Manufaktur Ini
Efisiensi biaya riset dan pengembangan menjadi faktor utama yang membuat produk berbasis manufaktur ini diminati di pasar Indonesia.
Konsumen dapat memperoleh perangkat dengan fitur kelas menengah ke atas namun dengan harga yang jauh lebih bersahabat karena biaya R&D ditanggung bersama.
Merek juga dapat menghadirkan variasi produk baru di pasaran dengan waktu tunggu yang jauh lebih singkat daripada mengembangkan teknologi dari nol.
Kekurangan Perangkat Berbasis Pabrikan Bersama
Kehilangan nilai eksklusivitas menjadi risiko terbesar mengingat wujud fisik produk kompetitor bisa tampak identik.
Aspek dukungan pembaruan perangkat lunak juga relatif terbatas karena ketergantungan penuh pada pasokan firmware dari pabrikan asal.
Penyediaan layanan purnajual dan jaminan garansi resmi yang jelas dari merek pemesan menjadi poin penting bagi konsumen sebelum membeli perangkat alternatif ini.