Viking Persib Club Luncurkan Kampanye No Denda untuk Musim Depan
Kelompok suporter Viking Persib Club (VPC) meluncurkan kampanye bertajuk "No Denda" sejak awal musim kompeitisi 2026/2027 sebagai upaya menekan potensi sanksi denda bagi klub Persib Bandung, seperti dilansir dari Bola.
Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menjelaskan langkah ini diambil agar seluruh anggota komunititas dan pendukung Maung Bandung dapat menjaga ketertiban selama memberikan dukungan langsung di dalam stadion.
"Kami dari Viking akan membuat kampanye sejak awal musim yaitu kampanye ‘No Denda’," kata Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Guna memaksimalkan gerakan tersebut, organisasi suporter ini juga menginisiasi penggalangan dana sosial lebih awal dibandingkan musim sebelumnya sebagai langkah antisipasi jika sanksi denda tetap dijatuhkan kepada pihak klub.
"Mudah-mudahan kampanye ini bisa berjalan dengan baik," harap Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Manajemen VPC merencanakan sisa dana yang terkumpul untuk dialokasikan pada peningkatan kualitas infrastruktur latihan tim apabila Persib berhasil melewati musim kompetisi tanpa terkena sanksi denda.
"Jadi harapannya, ketika musim berakhir sudah terkumpul dana yang cukup. Kalaupun ternyata tidak ada sanksi denda, mudah-mudahan dana tersebut bisa digunakan untuk menambah fasilitas latihan Persib," tutur Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Terkait rincian dan bentuk teknis dari program pengumpulan dana serta kampanye tersebut, pihak internal Viking masih merapikan skema dan segera mengumumkannya kepada publik dalam waktu dekat.
"Nanti tunggu saja. Yang pasti akan kami siapkan," imbuh Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Di sisi lain, perwakilan suporter menyambut positif regulasi kompetisi tingkat Asia yang memberikan lampu hijau bagi kehadiran penonton di stadion setelah melewati seluruh proses babak kualifikasi awal.
"Kalau di babak play-off memang masih ada aturan tertentu. Namun, setelah itu sudah diperbolehkan ada penonton. Mudah-mudahan stadion bisa kembali penuh saat Persib bermain di kompetisi Asia," jelas Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Terkait perbedaan aturan larangan bagi pendukung tim tamu yang masih berlaku di kompetisi domestik BRI Super League, Tobias memandang keharmonisan hubungan antarsuporter di Indonesia saat ini terus menunjukkan perkembangan yang kondusif.
"Kalau di Indonesia memang aturannya masih ada perbatasan. Namun, musim lalu sudah terlihat kalau hubungan antar suporter berjalan baik," kata Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.
Faktor penerimaan dari kelompok suporter di kota tuan rumah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kehadiran pendukung tandang ke depan.
"Jadi pada akhirnya tergantung bagaimana suporter di kota tujuan dapat menerima kehadiran kami," pungkas Tobias Ginanjar, Ketua Umum Viking Persib Club.