Meksiko Tersingkir dari Piala Dunia Setelah Kalah dari Inggris
Tim nasional Meksiko tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan tipis 2-3 dari Inggris dalam laga babak 16 besar di Stadion Azteca, Mexico City, pada Minggu, 5 Juli 2026 waktu setempat.
Kekalahan ini menghentikan langkah bersejarah El Tri yang sebenarnya mencatatkan rekor nasional dengan empat kemenangan, 12 poin, 10 gol, empat clean sheet, dan tiga assist dari Roberto Alvarado sepanjang turnamen.
Inggris sempat unggul lewat dua gol kilat Jude Bellingham sebelum laga sengit tersebut diwarnai kartu merah Jarell Quansah pada menit ke-55 yang memaksa Three Lions bertahan total.
Masuknya bek veteran Dan Burn pada 15 menit terakhir menjadi kunci pertahanan Inggris setelah mencatatkan dua blok krusial dan enam clearances, termasuk menggagalkan tendangan salto Raul Jimenez di masa injury time.
Mantan penjaga gawang Inggris, Paul Robinson, memberikan pujian tinggi atas performa lini belakang skuad asuhan Thomas Tuchel yang tampil solid di bawah tekanan bertubi-tubi.
"Brilliant from the big defender, Dan Burn. Brave as a lion." kata Paul Robinson, Mantan Penjaga Gawang Inggris.
Lini pertahanan Inggris dinilai berhasil mengubah formasi dan menunjukkan kerja keras luar biasa demi mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
"They changed formation, and they dug in. There are a lot of heroes out on that pitch tonight. They dug in and somehow they have held on." ujar Paul Robinson, Mantan Penjaga Gawang Inggris.
Apresiasi serupa juga datang dari pandit sepak bola Micah Richards yang menyoroti dampak positif dari pergantian pemain taktis oleh Tuchel.
"The subs made a difference, I thought Dan Burn was outstanding." ucap Micah Richards, Pandit Sepak Bola.
Sebelum pertandingan berlangsung, Dan Burn sempat mengungkapkan perasaannya mengenai atmosfer besar turnamen ini saat berada di pemusatan latihan.
"I try not to reflect on it. Especially at the minute when you are focused. But when we got to the England training camp in Kansas, it really did kick in, the enormity of it and being at the World Cup." tutur Dan Burn, Bek Inggris.
Pemain berusia 34 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada setiap pertandingan dan baru akan merefleksikan seluruh pencapaian kariernya setelah pensiun nanti.
"So I am just trying to stay in the present moment as much as possible. Then I can reflect on everything that has happened when I am done." kata Dan Burn, Bek Inggris.
Burn juga membagikan pandangannya mengenai kesiapan fisik skuad Inggris dalam menghadapi tantangan bermain di dataran tinggi serta potensi gangguan cuaca ekstrem di Meksiko.
"We set the standard in the Croatia game in the second half, if we can play like that, we should do well." ujar Dan Burn, Bek Inggris.
Ia meyakini bahwa kesempatan bermain akan datang dan dirinya selalu siap memberikan kontribusi maksimal bagi kebersamaan tim di dalam turnamen.
"I do think I will get a chance at some point – it is just making sure when I do, it take it. You have take your opportunity but whether I play most or the tournament or some of it, I will still be happy for the lads. I will have contributed." ucap Dan Burn, Bek Inggris.
Lebih lanjut, Burn menekankan pentingnya ikatan kekeluargaan yang kuat di dalam skuad arahan Thomas Tuchel sebagai modal utama untuk melangkah jauh.
"From the very first camp I went to, we made a big thing about a brotherhood and being together." tutur Dan Burn, Bek Inggris.
Menurutnya, kebersamaan yang mendalam antar-pemain menjadi faktor pembeda bagi tim-tim yang berhasil meraih gelar juara di turnamen besar.
"I feel that a lot of teams that win it are close. You look at Argentina at the last World Cup and they fought for each other." kata Dan Burn, Bek Inggris.
Skuad Inggris berupaya membangun hubungan yang lebih personal di luar lapangan guna memperkuat kerja sama taktis mereka selama kompetisi berlangsung.
"That's what we want to do, it can be hard as you don't see each other for a long amount of time. We have tried to get to know each other on a deeper level rather than just superficial conversations." ujar Dan Burn, Bek Inggris.
Di sisi lain, Burn juga mengungkapkan rasa simpati yang mendalam terhadap rekan setimnya, Tino Livramento, yang terpaksa absen akibat mengalami cedera di Amerika Serikat.
"I was gutted for Tino Livramento. It is really gutting for him but it is just one of those things and he will come back stronger." ucap Dan Burn, Bek Inggris.
Dengan hasil ini, Inggris dipastikan melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan akan menghadapi tantangan dari Norwegia di Miami pada Sabtu mendatang.