Hetty Koes Endang Kurangi Konsumsi Nasi Putih demi Kesehatan
Penyanyi senior Hetty Koes Endang menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi nasi putih untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bugar dan energik di usia senja. Langkah perubahan pola makan ini mulai dilakukan di kediamannya baru-baru ini, seperti dilansir dari Detik Hot.
Langkah pelantun lagu Berdiri Bulu Romaku tersebut diambil bukan untuk menurunkan berat badan, melainkan demi mendukung sang suami yang harus membatasi nasi karena alasan medis. Karena bertindak sebagai juru masak di rumah, ia akhirnya ikut mengubah menu makanan sehari-hari.
"Alhamdulillah kebetulan di rumah, eh Bunda sebetulnya sudah nggak makan nasi nih, sudah nggak makan nasi," ujar Hetty Koes Endang di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.
Penyanyi legendaris tersebut menjelaskan bahwa suaminya kini sudah membatasi konsumsi karbohidrat tersebut secara ketat.
"Karena kebetulan Bapak, Ato kan, Papa kan sudah nggak makan nasi. Betul-betul dibatasinlah gitu kan. Jadinya Bunda ikutlah, karena kan Bunda yang masak," tutur Hetty Koes Endang.
Sebagai pengganti nasi, Hetty mengandalkan konsumsi sayur-sayuran seperti sayur asem, lodeh, bayam, dan jagung untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Kebutuhan protein tubuhnya juga tetap dipenuhi melalui konsumsi daging murni tanpa lemak yang dijadwalkan dua kali dalam seminggu.
"Favorit Bunda sih sebetulnya sayur lodeh. Ini sayur asem nomor satu ya, sayur lodeh, terus bayem. Bayem sama jagung gitu kan, jadi ya itu sajalah favorit kita.
Jadi nasi agak dikurangin. Seminggu dua kali baru makan daging. Ya, tapi daging yang benar-benar yang bukan ada lemak atau yang campuran, benar-benar pure.
Jadi seminggu dua kali makan daging supaya ada kekuatan," jelas Hetty Koes Endang.
Selain menjaga asupan makanan, Hetty menunjang staminanya dengan mengonsumsi suplemen harian seperti vitamin, kolagen, hingga minyak ikan. Baginya, penerapan komitmen tinggi pada pola hidup sehat merupakan bentuk investasi jangka panjang.
"Amin, amin. Yang pastinya sehat itu mahal. Jadi bukan sakit yang mahal, sehat itu mahal. Gitu istilah Bunda," kata Hetty Koes Endang.
Saat ini, frekuensi konsumsi nasi oleh Hetty sudah menjadi sangat jarang dan terbatas.
"Ya seminggu sekali, itu jarang bangetlah, jarang, jarang," pungkas Hetty Koes Endang.