FIA Sebut Kesalahan Perangkat Lunak Kacaukan Finis GP Inggris
Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengonfirmasi bahwa kesalahan perangkat lunak menjadi penyebab kekacauan prosedur safety car pada putaran terakhir Formula 1 Grand Prix Inggris pada Minggu (5/7/2026). Insiden ini memicu kontroversi setelah balapan sempat dinyatakan akan dimulai kembali sebelum keputusan tersebut dibatalkan.
Kekacauan bermula saat Max Verstappen mengalami kecelakaan di tikungan Stowe saat balapan menyisakan enam putaran, sehingga safety car terpaksa dikeluarkan. Setelah mobil Red Bull milik Verstappen dievakuasi dari jebakan kerikil oleh petugas lintasan, pengawas balapan mengizinkan mobil-mobil yang tertinggal untuk mendahului agar posisi kembali sesuai putaran.
Sesuai regulasi, balapan harus menyelesaikan satu putaran penuh setelah prosedur tersebut selesai, yang berarti balapan akan berakhir di bawah kawalan safety car. Namun, sistem pesan pengawas balapan sempat memunculkan instruksi bahwa safety car akan masuk ke pit pada putaran kedua terakhir sebelum dikoreksi delapan detik kemudian.
Pihak berwenang segera memberikan penjelasan resmi untuk mengklarifikasi situasi membingungkan yang terjadi di lintasan tersebut.
"Regulasi periode Safety Car, Pasal B5. 13.5, menyatakan bahwa satu putaran harus diselesaikan setelah prosedur unlapping." ujar pihak FIA, Federasi Otomotif Internasional.
Otoritas penanggung jawab balapan tersebut menegaskan bahwa sistem elektronik mereka mengalami gangguan operasional saat memberikan sinyal kepada tim.
"Proses ini diikuti oleh Operasi Balapan. Pesan 'Safety Car In This Lap' ditampilkan secara keliru karena kesalahan perangkat lunak." tambah pihak FIA, Federasi Otomotif Internasional.
Akibat dari penerapan aturan yang ketat ini, Charles Leclerc berhasil mengamankan kemenangan tanpa perlu mempertahankan posisinya di putaran terakhir meskipun telah melakukan pit stop untuk ban lunak baru. George Russell dari tim Mercedes naik ke posisi kedua setelah Lewis Hamilton juga memutuskan masuk ke pit, sementara Hamilton sendiri masih berada dalam penyelidikan atas pelanggaran bendera kuning sebelumnya.