Ukraina Bantah Rusia Kuasai Kostiantynivka di Donetsk

Share

Pemerintah Ukraina membantah klaim Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penguasaan Kostiantynivka yang merupakan pusat logistik strategis di Donetsk, dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu, 5 Juli 2026. Pihak militer Ukraina menegaskan bahwa kota yang mengalami pemboman hebat tersebut hingga saat ini masih berada di bawah kendali komando pasukan Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan pernyataan resmi melalui akun X militer untuk merespons klaim sepihak dari pihak Kremlin tersebut.

"Tentu saja, itu tidak benar—itu hanyalah kebohongan Rusia lainnya untuk menciptakan berita," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.

Sebelumnya, juru bicara Staf Umum Ukraina memberikan rincian mengenai situasi terkini di lapangan yang dinilai masih sangat dinamis. "pasukan Kyiv terus melakukan operasi pertahanan di kota tersebut, dan menyebut situasinya “menantang.”" kata Andriy Kovalyov, juru bicara Staf Umum Ukraina.

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan klaim kemenangan tersebut dalam sebuah pertemuan resmi dengan jajaran pimpinan militernya pada Jumat malam. Klaim dari pihak Rusia ini juga mendapatkan sorotan dari lembaga analis militer asing yang memantau pergerakan pasukan di wilayah Kostiantynivka.

"bertentangan dengan semua bukti yang ada tentang sejauh mana kemajuan pasukan Rusia di kota itu," kata Institute for the Study of War (ISW), lembaga analis militer yang berbasis di AS. Zelenskyy kemudian menambahkan pernyataan terkait motivasi di balik pengumuman Putin serta mengonfirmasi komunikasi diplomatik terbarunya dengan pihak Jerman. "Putin telah memutuskan untuk berbohong kepada dunia dan Presiden Amerika tentang situasi di garis depan," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.

Sementara itu, pihak komando Utara Rusia mengakui adanya kendala dalam membendung serangan balasan dari drone-drone Ukraina yang menyasar wilayah mereka.

"Rusia belum sepenuhnya mampu mencegah serangan pesawat tak berawak Ukraina jauh ke wilayahnya," kata Kolonel Jenderal Yevgeny Nikiforov, komandan kelompok militer Utara Rusia. Menanggapi serangan intensif Ukraina ke infrastruktur sipil, Rusia menyatakan rencana untuk memperluas zona perimeter di wilayah perbatasan. "Semakin banyak serangan yang coba dilakukan musuh terhadap fasilitas sipil kami, semakin luas zona keamanan yang harus kami ciptakan di wilayah yang berbatasan," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Putin juga memberikan penegasan mengenai status historis dari wilayah perbatasan yang kini menjadi area konflik tersebut.

"tanah Rusia secara historis," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author