Harga Emas Antam 3 Juli 2026 Naik Menjadi Rp 2.651.000 Per Gram
Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini. Dilansir dari Bloombergtechnoz, emas Antam kini dibanderol sebesar Rp 2.651.000 per gram pada Jumat (3/7/2026).
Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp 11.000 dari posisi hari sebelumnya. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam ditetapkan senilai Rp 2.400.000 per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp 55.000.
Peningkatan harga di pasar domestik ini terdorong oleh lonjakan harga emas dunia. Di pasar spot, harga emas dunia ditutup pada level US$ 4.126,6 per troy ons, melonjak 2,36% dan menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir sejak 22 Juni.
Kondisi ekonomi di Amerika Serikat menjadi pemicu utama kenaikan harga komoditas ini. US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa penyerapan tenaga kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Juni hanya mencapai 57.000 lapangan kerja.
Angka tersebut merosot tajam dibandingkan capaian bulan Mei yang mencatatkan 110.000 lapangan kerja. Penurunan ini sekaligus menjadi level terendah dalam empat bulan terakhir di Negeri Paman Sam.
Sinyal pelemahan di sektor ketenagakerjaan ini diperkirakan bakal menahan bank sentral Federal Reserve untuk tidak menerapkan kebijakan moneter ketat secara agresif. Gubernur Kevin Warsh beserta jajarannya diprediksi belum akan mengerek suku bunga acuan dalam rapat bulan ini.
Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan AS tetap bertahan pada level 3,5-3,75% dalam rapat tanggal 29 Juli mendatang telah mencapai 82,4%. Angka ini meningkat dari posisi pekan lalu yang berada di level 67,9%.
Emas sendiri dikategorikan sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Oleh karena itu, investasi pada instrumen emas dinilai menjadi kurang menarik ketika tingkat suku bunga acuan sedang tinggi.
"Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat isu penurunan suku bunga oleh The Fed kembali mengemuka, yang kemudian membuat harga emas naik. Ke depan, arah harga emas akan tergantung oleh data yang sedianya mendukung penurunan suku bunga," tutur Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank NV.