Kapal Gamsunoro Milik Pertamina Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Share

Kapal tanker Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan sukses melewati titik kritis di Selat Hormuz pada Rabu (24/6/2026) setelah sebelumnya tertahan akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Keberhasilan pelayaran kapal berbendera Indonesia tersebut dilansir dari Bloomberg Technoz, di mana armada ini kini terpantau telah berlabuh dengan aman di Sohar Anch, Oman, sejak Senin (29/6/2026).

Pihak PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasan bahwa kapal tanker jenis Aframax berbobot mati 100.000 DWT tersebut saat ini posisinya tengah disewa oleh pihak ketiga, sehingga operasional muatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyewa.

Manajemen menegaskan bahwa kapal yang dibangun pada tahun 2010 dan diawaki oleh kru asal Indonesia ini tidak sedang membawa komoditas minyak dan gas (migas) untuk pasokan dalam negeri.

"Kapal milik Pertamina [Gamsunoro] yang saat ini memang kami lakukan pengelolaan bisnisnya melalui ship management, dan disewa oleh pihak ketiga lainnya. Kargo Gamsunoro bukan kargo untuk kita, tetapi untuk pihak yang menyewa dan dimiliki oleh pemilik dari kargo dimaksud," kata Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina.

Koordinasi intensif juga terus dijalankan oleh pihak perseroan bersama Kementerian Luar Negeri guna menjamin keselamatan armada selama berlayar melewati wilayah Selat Hormuz.

"Kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz. Alhamdulillah ini merupakan atas koordinasi dengan para pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, pihak-pihak terkait lainnya," tutur Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina.

Sebelumnya, kapal tanker yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management tersebut sempat tertahan sejak awal Maret 2026 sebelum akhirnya dipastikan aman melintas.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," ujar Vega Pita, Pjs. Corporate Secretary PIS.

Pihak manajemen PIS menerangkan terdapat puluhan indikator teknis, operasional, hingga kesiapan kru kapal yang wajib dipenuhi sebelum armada mulai bergerak meninggalkan area Teluk Arab.

"Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega Pita, Pjs. Corporate Secretary PIS.

Dalam perjalanannya, kapal Gamsunoro memerlukan waktu selama 16 jam untuk bergerak dari Teluk Arab dengan kecepatan konstan sekitar 7,5 knot hingga akhirnya sampai ke titik aman.

Kapal tangguh ini tercatat memiliki rekam jejak serupa pada tahun 2024, di mana armada ini berhasil meloloskan diri dari kepungan pemberontak Houthi di Laut Merah saat membawa minyak mentah menuju Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author