BPS Catat Inflasi Juni 2026 Sebesar 0,44 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,40 pada Mei 2026 menjadi 111,89 pada Juni 2026, sehingga mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,44 persen pada Rabu (1/7/2026).
Lonjakan inflasi ini dipicu oleh sektor transportasi yang mengalami peningkatan harga secara signifikan. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg Technoz, inflasi tahun kalender hingga pertengahan tahun ini berada di angka 1,79 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran transportasi menjadi motor utama pergerakan harga pada bulan tersebut.
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terjadi pada transportasi yakni 2,29%. kelompok tranportasi memberi andil inflasi 0,28% kata," ujar Ateng, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.
Kenaikan harga bensin menjadi komoditas paling dominan yang mendorong inflasi dengan andil mencapai 0,21 persen. Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh penyesuaian tarif angkutan udara yang memberikan andil sebesar 0,05 persen serta pergerakan harga oli mesin dengan andil 0,01 persen.
Menurut penjelasan pihak BPS, gejolak pada sektor transportasi ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak. Kebijakan berupa dua kali kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut masing-masing terjadi pada tanggal 1 Juni 2026 dan 10 Juni 2026.