Litbang Kompas Catat Citra dan Kepercayaan Publik Terhadap Polri Naik

Share

Citra kelembagaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia mengalami peningkatan signifikan berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada akhir Juni 2026.

Survei yang berlangsung pada 9 hingga 18 April 2026 tersebut mencatat kepercayaan publik terhadap Polri menyentuh angka 82,4 persen, sementara tingkat kepuasan kerja mencapai 67,6 persen dan citra positif berada di angka 71,5 persen.

Peningkatan tersebut mendapat apresiasi dari Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Timur Pradopo yang menilai pencapaian ini sebagai momentum positif dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

"Menanggapi hasil survei Litbang Kompas akhir-akhir ini melihat bahwa kepercayaan kepada Polri 82,4 persen, kepuasan di dalam pelaksanaan tugas 67,6 persen. Citra positif 71,5 persen. Ini adalah hasil yang positif di dalam peringatan Hari Bhayangkara yang ke-80," ungkap Timur Pradopo kepada wartawan pada Selasa (30/6/2026).

Ia juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara agar terus memberikan pelayanan terbaik.

"Tentunya baik ini saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara yang kedelapan puluh. Polisi akan selalu berada di tengah masyarakat dan berikan pelayanan yang terbaik," tegas Timur Pradopo.

Timur Pradopo kemudian menutup pernyataannya dengan kembali memberikan ucapan selamat serta harapan kesuksesan bagi institusi tersebut.

"Sekali lagi selamat Hari Bhayangkara yang kedelapan puluh, sukses untuk bhayangkara-bhayangkara," pungkas Timur Pradopo.

Apresiasi serupa datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf yang menilai penguatan citra kepolisian berdampak langsung pada kepatuhan hukum di masyarakat.

"Peningkatan citra Polri di mata masyarakat. Hal itu mendorong penguatan ketaatan hukum masyarakat," kata KH Yahya Cholil Staquf di Jakarta pada Sabtu (27/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini menambahkan bahwa perbaikan citra tersebut menjadi indikator penting bagi jaminan keamanan nasional.

"Sehingga ketertiban dan keamanan diharapkan lebih terjamin," lanjut KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya juga mengingatkan mengenai peran krusial kepolisian yang berdiri di garis terdepan dalam menjaga ketertiban hukum di Indonesia.

"Di dalam tertib hukum itu, kepolisian menjaga pagar-pagar, berada di garis terdepan dari pagar-pagar penjagaan," ucap KH Yahya Cholil Staquf.

Lebih lanjut, ia memandang personel kepolisian yang berdedikasi tinggi layak disebut sebagai pejuang negara karena peran kunci mereka dalam menjaga keselamatan bangsa.

"Dan setiap petugas kepolisian yang melaksanakan tugasnya dengan baik dengan jujur dengan penuh ikhlas adalah pahlawan-pahlawan bangsa," imbuh KH Yahya Cholil Staquf.

Berdasarkan data Litbang Kompas, skor profesionalitas layanan Polri meningkat dari 7,76 pada Oktober 2025 menjadi 8,37 pada April 2026 melalui survei tatap muka dengan 1.200 responden di 38 provinsi.

Meskipun terdapat penurunan pada proporsi pelanggaran seperti arogansi, pungutan liar, perselingkuhan, dan hedonisme, Harian Kompas edisi Jumat (26/6/2026) mengingatkan tetap adanya catatan krusial yang perlu dibenahi.

"Artinya meskipun relatif sedikit, soal penyalahgunaan narkoba menjadi lampu merah bagi peningkatan profesionalitas anggota Polri," demikian dikutip dari Harian Kompas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author