Arema FC Tekuk PSIM Yogyakarta Tiga Satu di Kanjuruhan

Share

Kemenangan tipis berhasil diraih Arema FC atas PSIM Yogyakarta dengan skor 3-1 dalam laga penutup kompetisi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (22/5/2026).

Tiga gol kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh barisan pemain asing mereka, yakni Jeol Vinicius, Dalberto Luan, dan Valdeci Moreira, seperti dilansir dari Bola. Sementara itu, PSIM Yogyakarta hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi penyerang Corfe Antony.

Hasil positif ini mengantarkan klub berjuluk Singo Edan menyudahi musim di peringkat kesembilan dengan perolehan 48 poin. Catatan tersebut menunjukkan sedikit peningkatan performa dibandingkan musim lalu yang finis di posisi kesepuluh dengan raihan 47 poin.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyatakan kepuasannya terhadap perjuangan para pemain di lapangan hijau sepanjang musim ini berjalan. Evaluasi tetap diberikan mengingat target awal manajemen untuk menembus posisi lima besar klasemen gagal terpenuhi.

"Musim ini terasa sulit, karena ada banyak persoalan yang kami hadapi. Pemain cedera, hingga satu asisten pelatih kami meninggal. Berat sekali. Tapi, pemain bisa kerja keras sampai akhir musim. Terimakasih untuk semua," kata Marcos.

Pertandingan pamungkas tersebut juga menandai kembalinya atmosfer meriah di Stadion Kanjuruhan yang dihadiri sekitar enam ribu penonton. Jumlah kehadiran suporter ini melonjak signifikan dari rata-rata penonton Arema FC musim ini yang biasanya hanya berkisar dua ribu orang.

"Kami senang, Aremania kembali. Kami berikan tiga poin ini untuk suporter. Mereka jauh-jauh datang ke stadion untuk memberi dukungan," lanjut Marcos.

Kiper Arema FC, Adi Satryo, turut mengungkapkan bahwa kehadiran ribuan pendukung di tribune memberikan motivasi tambahan yang sangat besar bagi skuad di dalam lapangan.

"Terima kasih untuk suporter. Berkat dukungan kalian semua, kami merasa punya energi ekstra," kata Adi.

Suasana emosional berlanjut setelah peluit panjang berbunyi ketika Achmad Maulana dan Julian Guevara diminta memimpin chant di hadapan suporter. Momen ini menjadi perpisahan tersendiri karena sejumlah pemain diprediksi tidak akan bertahan bersama Arema FC pada musim depan.

"Saya agak deg-degan karena bukan orang Malang," kata Achmad.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author