BPOM Luncurkan Gebyar SAPA Sekolah Tekan Angka Obesitas Anak
Prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak usia 5 hingga 12 tahun di Indonesia kini telah menembus angka 19,7 persen. Masalah gizi yang kian mengkhawatirkan akibat pola konsumsi pangan tidak seimbang ini memicu langkah tegas dari pemerintah, seperti dilansir dari Detik Health.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengintervensi kondisi tersebut melalui gerakan bernama Gebyar SAPA (Sosialisasi Pangan Aman) Sekolah. Program ini diinisiasi untuk menanamkan kesadaran serta membudayakan keamanan pangan sejak dini di lingkungan pendidikan.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pembenahan kualitas makanan di lingkungan sekolah menjadi instrumen yang sangat krusial. Upaya ini dilakukan demi melindungi anak-anak dari jajanan sembarangan yang berisiko memicu Penyakit Tidak Menular (PTM) di usia muda guna menyambut bonus demografi.
"Sekolah merupakan lingkungan strategis dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang aman dan bergizi. Dalam masa bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, perlu memastikan setiap anak memperoleh pangan yang aman dikonsumsi dan bergizi," kata Taruna.
Langkah konkret yang didorong oleh BPOM menyentuh ekosistem sekolah secara menyeluruh dan tidak sekadar memastikan pasokan makanan yang higienis. Upaya tersebut mencakup edukasi memilih jajanan sehat, penataan kebersihan higiene dan sanitasi kantin, hingga memasukkan materi keamanan pangan ke dalam kurikulum serta ekstrakurikuler.
"Pembudayaan keamanan pangan di sekolah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan pangan yang aman, tetapi juga melalui pembiasaan memilih pangan yang sehat, penerapan higiene dan sanitasi di kantin sekolah, serta integrasi materi keamanan pangan dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler," ujar Taruna.
"Melalui pendekatan tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat secara berkelanjutan," tambah Taruna.
BPOM berharap intervensi masif ini dapat membuat anak-anak sekolah lebih cerdas dalam memilah asupan mereka. Langkah ini ditargetkan mampu menekan angka obesitas sekaligus menjaga kesehatan generasi penerus bangsa secara optimal.