Arsenal Gagal Juara Liga Champions setelah Kalah Adu Penalti dari PSG

Share

Impian Arsenal untuk mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub harus pupus dengan cara menyakitkan. Seperti dilansir dari Bola, The Gunners kalah dari Paris Saint-Germain melalui adu penalti pada final Liga Champions 2025/2026. Hasil tersebut membuat pelatih Mikel Arteta dan para pemainnya larut dalam kesedihan.

Padahal, Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna di Puskas Arena, Budapest, Minggu dwi hari WIB. Tim asal London Utara itu berhasil membuka keunggulan hanya enam menit setelah kick-off melalui gol Kai Havertz. Keunggulan cepat tersebut membuat Arsenal tampil percaya diri dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan dalam sebagian besar babak pertama.

Arteta pun dinilai berhasil menyusun strategi yang efektif untuk meredam permainan PSG. Namun, situasi mulai berubah pada pertengahan babak kedua ketika PSG mendapatkan hadiah penalti setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti.

PSG tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ousmane Dembele sukses menuntaskan tugasnya dari titik putih dan menyamakan kedudukan. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Babak tambahan waktu pun berlangsung ketat dan minim peluang berbahaya dari kedua tim.

Pada akhirnya, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen yang paling menentukan, Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 3-4 dalam tos-tosan. Salah satu momen paling menyakitkan bagi Arsenal terjadi saat eksekusi penalti dilakukan. Bek andalan mereka, Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Kesalahan tersebut menjadi titik balik yang membuat PSG akhirnya keluar sebagai juara Eropa. Bagi Arsenal yang datang ke final sebagai juara Premier League, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena mereka hanya berjarak satu langkah dari pencapaian terbesar dalam sejarah klub. Usai pertandingan, Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Pelatih asal Spanyol itu mengakui kekalahan melalui adu penalti merupakan hasil yang sangat sulit diterima setelah perjalanan luar biasa timnya sepanjang kompetisi. "Sangat sulit untuk menerimanya ketika Anda tampil begitu konsisten sepanjang kompetisi hingga mencapai final, lalu kalah melalui adu penalti. Ini benar-benar situasi yang sulit diterima."

Kekecewaan Arsenal semakin bertambah karena pada babak tambahan waktu mereka sempat menuntut penalti setelah terjadi kontak antara Noni Madueke dan Nuno Mendes di kotak terlarang PSG. Namun, wasit memilih untuk tidak menunjuk titik putih.

Keputusan itu memicu kemarahan para pemain dan staf pelatih Arsenal. Mereka merasa timnya seharusnya mendapatkan peluang emas untuk menentukan hasil pertandingan sebelum adu penalti.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author