Gary Neville Ungkap Momen Hampir Mundur dari Timnas Inggris

Share

Menjadi bagian dari Timnas Inggris mendatangkan tekanan yang sangat masif. Para pemain dituntut memenuhi ekspektasi tinggi dari publik dan media lokal secara terus-menerus.

Mantan bek kanan Manchester United, Gary Neville, menjadi salah satu sosok yang sangat memahami situasi tersebut. Pengalaman pahit pada tahun 2003 bahkan sempat membuatnya merasa menjadi pemain paling tidak disukai di negaranya, seperti dilansir dari Bola.

Polemik tersebut mencuat setelah Rio Ferdinand dicoret dari tim nasional akibat melewatkan jadwal tes doping. Gary Neville bersama jajaran pemain senior lain merasa keputusan itu tidak adil dan mengancam akan memboikot pertandingan kualifikasi Euro 2004 kontra Turki.

"I will always be the person who gets blamed because England threatened to strike before that Euro 2004 qualifier against Turkey," kenang Neville kepada Daily Mail, seperti dikutip Give Me Sport, Minggu (28/6/2026).

"I was 28 years old and I felt I might never play for England again. I was going to be destroyed by the media and the fans. I was going to be the most hated footballer in the country, if I wasn't already."

Rencana mogok bertanding tersebut tercium oleh media massa pada keesokan harinya. Skuad Inggris langsung mendapat kecaman keras dan dicap sebagai kelompok pemain kaya yang memalukan.

"If the FA didn't change their decision, I was genuinely prepared to walk away, knowing the consequences were huge," tutur Neville.

"The pressure was incredible. The more I thought about it, the more I was convinced there was only one way to go, and that was to walk away," imbuhnya.

Di tengah tekanan yang kian memuncak, manajer Manchester United saat itu, Alex Ferguson, langsung turun tangan. Hubungan dekat keduanya membuat Ferguson memberikan pandangan agar anak asuhnya tidak mengambil langkah keliru.

"You've worked too hard, played too hard. Don't throw it all away. You've made your point and taken it as far as you can. Now go and play," kata Ferguson kala itu.

"You just need to calm down. Your England career could be over over one decision. What does that do for you as a player and a person?

What does that do for Manchester United? I can't let you do that."

Nasihat mendalam dari sang manajer akhirnya berhasil menenangkan pikiran Gary Neville. Ia pun memilih mengurungkan niat mundur dan terus mengawal lini pertahanan The Three Lions hingga masa pensiun internasionalnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author