Barcelona Resmi Rekrut Anthony Gordon dari Premier League

Share

Barcelona resmi memperkuat lini serang mereka dengan mendatangkan penyerang sayap asal Inggris, Anthony Gordon. Kehadiran amunisi baru ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas gol Blaugrana dalam memburu berbagai trofi bergengsi.

Seperti dilansir dari Bola, Gordon menjadi salah satu penyerang yang paling mencuri perhatian sepanjang musim 2025/2026. Pemain yang juga menjadi pilar Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tersebut mengemas 18 gol dan lima assist dari total 51 pertandingan.

Manajemen Barcelona harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendaratkan sang pemain ke Camp Nou. Kesepakatan transfer Gordon dilaporkan menyentuh angka sekitar 69,3 juta pound atau setara dengan Rp1,52 triliun.

Langkah Gordon memilih raksasa Catalan ini sekaligus memupus harapan sejumlah klub besar Eropa lainnya yang berminat. Salah satu tim raksasa Jerman, Bayern Munchen, harus gigit jari karena gagal mendapatkan tanda tangannya.

Sebelum kedatangan Gordon, Barcelona tercatat beberapa kali menggunakan jasa pesepak bola asal Inggris, termasuk Marcus Rashford. Berdasarkan data yang dihimpun Planet Football, ada empat pemain Inggris lain yang memiliki rekam jejak sejarah bersama Barcelona.

Steve Archibald menjadi pionir pemain asal Inggris yang berseragam Barcelona. Ia didatangkan dari Tottenham Hotspur pada tahun 1984 dengan nilai transfer sebesar 1,15 juta pound.

Striker yang mengoleksi 27 penampilan bersama Skotlandia pada era 1980-an ini langsung mempersembahkan gelar La Liga pada musim pertamanya. Ia juga mengantar Barcelona menembus final Piala Eropa 1986.

Namun, pembatasan kuota pemain asing membuat Archibald terdepak dari skuad utama setelah pelatih Terry Venables mendatangkan dua penyerang baru. Ia kemudian dipinjamkan ke Blackburn sebelum dilepas permanen ke Hibernian pada 1988.

"Gelar liga itu sangat besar. Butuh lima jam untuk sampai dari bandara ke kota. Satu juta orang," kata Archibald dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 2021.

"Kekalahan di Sevilla adalah penyesalan terbesar saya; seharusnya itu menjadi momen bersejarah, yang pertama, tetapi malah menjadi trauma dan semuanya hancur berantakan." ujar Archibald.

"Anda tidak bisa membayangkan sensasi terbakar di perut Anda ketika kalah di final Piala Eropa. Itu masih terasa di dalam diri kita semua. Dan bukan karena kami lengah," tutur Archibald.

Gary Lineker

Reputasi Gary Lineker melonjak tajam setelah menyabet penghargaan Sepatu Emas pada Piala Dunia Meksiko 1986. Barcelona bergerak cepat mengamankan jasanya dengan nilai transfer 2,8 juta pound.

Lineker langsung pamer ketajaman dengan mencetak dua gol pada laga debutnya melawan Racing Santander. Ia menutup musim perdana dengan torehan 21 gol, termasuk hattrick ke gawang Real Madrid dalam laga El Clasico.

Karier Lineker di Camp Nou mulai meredup setelah kedatangan pelatih Johan Cruyff yang kerap menggeser posisinya ke sayap kanan. Ketidakcocokan taktik ini membuatnya memutuskan kembali ke Inggris untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 1989.

"Cruyff tidak menginginkan saya. Dia memainkan saya di sayap, jadi saya kesal dan meminta untuk pindah. Itu sudah jelas," kata Lineker kepada The Guardian pada 2021.

"Hanya boleh ada dua pemain asing dan dia menginginkan pemain asingnya sendiri. Saya mengerti dan menerima itu – ego saya tidak sebesar itu – tetapi dia tidak berani mengatakannya kepada saya." ujar Lineker.

"Seandainya saya mengatakan: ‘Johan, saya ingin sekali bermain untuk Anda, Anda jenius, tetapi jika Anda tidak menginginkan saya, mari kita cari solusi transfer'." tutur Lineker.

"Sistemnya dibuat untuk saya. Penyerang tengah tidak boleh keluar dari batas area penalti, berlari ke tiang dekat. Itu gaya bermain saya!

Mainkan saya! Itulah yang saya lakukan! Tapi dia tidak memberi saya kesempatan." ucap Lineker.

"I hanya terus bermain. Siapa pun bisa bermain di sayap. Sejujurnya, itu easy.

Lalu dia menarik saya keluar lebih awal sehingga saya mengeluh. Saya tidak bodoh." kata Lineker.

Mark Hughes

Mark Hughes mendarat di Barcelona pada jendela transfer yang sama dengan Gary Lineker. Namun, pemain asal Wales ini belakangan mengaku bahwa dirinya sebenarnya enggan meninggalkan Manchester United saat itu.

"Perasaannya adalah akan ada tawaran yang datang, mungkin dari klub asing, hanya karena di sanalah uangnya berada." kata Hughes saat menjadi bintang tamu di podcast UTD.

"Pada masa itu, Italia adalah tempat besar atau Spanyol, entah Real Madrid atau Barcelona. Saya berada di antara agen atau agen-agen bermunculan karena mereka dapat melihat apa yang kemungkinan akan terjadi." ujar Hughes.

"Saya hanya mencoba memainkan permainan saya. Saya cukup bahagia. Saya adalah penyerang tengah untuk Manchester United, demi Tuhan. Dan saya datang ke sini setiap minggu untuk bermain di depan 40.000 penonton." tutur Hughes.

"Saya bersenang-senang, saya tidak terlalu ingin pergi ke mana pun." ucap Hughes.

Karier Hughes di Spanyol tergolong singkat karena ia kesulitan beradaptasi. Ia hanya bertahan selama satu musim dengan membukukan lima gol dari 36 laga, sebelum akhirnya dilepas ke Bayern Munich pada 1987.

Marcus Rashford

Setelah sempat meredup bersama Manchester United dan menjalani masa peminjaman di Aston Villa, Marcus Rashford direkrut Barcelona. Langkah ini diambil untuk memperkuat lini serang skuad asuhan Hansi Flick pada musim 2025/2026.

Meski berstatus sebagai pemain pinjaman, Rashford menjadi pemain Inggris pertama yang membela Barcelona dalam kurun waktu hampir separuh abad. Secara statistik, performanya tergolong impresif selama berada di Spanyol.

Rashford berhasil menyumbang 14 gol dan 14 assist dari total 49 pertandingan, dengan 26 laga di antaranya bermain sebagai starter. Ia juga mencetak gol tendangan bebas indah saat membantu Barcelona membungkam Real Madrid untuk menyegel gelar juara.

Kendati memiliki klausul pembelian permanen senilai 30 juta euro, kendala gaji yang tinggi menjadi ganjalan utama. Ditambah lagi, sang pemain dinilai belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan penuh dari Hansi Flick karena dianggap kurang cocok dengan intensitas permainan tim.

Kehadiran Anthony Gordon yang merupakan rekan setimnya di Timnas Inggris, memicu spekulasi kuat mengenai masa depan Rashford. Situasi ini kemungkinan besar akan memaksa Rashford untuk mencari klub baru pada musim depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author